Tag Archive | "UN 2014"

Kisi-kisi soal Ujian Nasional 2014


Untuk Tahun Pelajaran 2013/2014, panitia Pelaksana UN Tingkat Pusat yang terdiri dari Badan Standar Nasional Pendidikan, Unsur Kemdikbud, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Konsulat Jenderal, Kementerian Luar Negeri dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri menetapkan bahwa bahan ujian nasional 2014 yang berupa kisi-kisi soal UN tahun pelajaran 2012/2013 diberlakukan / ditetapkan kembali dalam Peraturan BSNP Nomor 0019/P/BSNP/XI/2012 sebagai kisi-kisi soal UN Tahun Pelajaran 2013/2014.

Berikut kami sampaikan kisi-kisi soal Ujian Nasional Tahun 2014 selengkapnya terutama untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah Kejuruan tahun pelajaran 2013/2014.

Read the full story

Posted in Ujian Nasional, UN 2014Comments (29)

Latihan Soal UN SMP/MTs 2014


Ujian Nasional (UN) SMP/MTs dan SMPLB tahun 2014 dijadwalkan tanggal 5 Mei 2014 sd. 8 Mei 2014. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan waktu pelaksanaan UN disesuaikan dengan kegiatan nasional salah satunya pemilu legislatif yang digelar 9 April 2014.

Untuk membantu para peserta Ujian Nasional tingkat SMP/MTs sederajat kami sampaikan latihan soal UN SMP/MTs yang sudah kami update dan bisa di download secara gratis!

Read the full story

Posted in Ujian Nasional, UN 2014Comments (37)

Latihan Soal UN SMK 2014


Ujian Nasional (UN) tahun 2014 untuk jenjang SMK/MAK akan digelar pada 14 April 2014 sd. selesai. Sedangkan UN untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB dijadwalkan tanggal 5 Mei 2014.

Untuk membantu para peserta Ujian Nasional tingkat SMA/MA sederajat kami sampaikan latihan soal UN SMA/MA yang bisa di download secara gratis!

Read the full story

Posted in Ujian Nasional, UN 2014Comments (32)

Latihan Soal UN SMA/MA 2014


Ujian Nasional (UN) tahun 2014 akan diawali untuk jenjang SMA/MA, SMK/MAK, dan SMALB pada 14 April 2014 sd. selesai. Kemudian, disusul UN untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB tanggal 5 Mei 2014. Sedangkan UN untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB dijadwalkan tanggal 5 Mei 2014. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan waktu pelaksanaan UN disesuaikan dengan kegiatan nasional salah satunya pemilu legislatif yang digelar 9 April 2014.

Untuk membantu para peserta Ujian Nasional tingkat SMA/MA sederajat kami sampaikan latihan soal UN SMA/MA yang bisa di download secara gratis!

Read the full story

Posted in Ujian Nasional, UN 2014Comments (14)

Latihan Soal Ujian Nasional 2014


Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S. menyatakan Ujian Nasional 2014 direncanakan berlangsung pada April tahun 2014. Berdasarkan rapat dengan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan, UN SMA diperkirakan jatuh pada pekan ketiga April.

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengusulkan agar UN SMA dilaksanakan pada tanggal 22 April, sedangkan Ujian untuk tingkat SMP diperkirakan akan jatuh dua pekan setelah UN SMA.

Read the full story

Posted in Soal UN, UN 2014Comments (4)

Latihan Soal US SD/MI 2014


Ujian Nasional untuk jenjang pendidikan Sekolah dasar / Madrasah Ibtidaiyah tetap akan digelar pada tahun 2014 dengan nama Ujian Sekolah SD/MI yang bersifat nasional. Nama lain untuk US SD/MI telah dirumuskan oleh Pemerintah. Sementara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) memutuskan Ujian Nasional (UN) hanya diwajibkan bagi jenjang SMP, SMA dan SMK. Penyelenggaraan US SD/MI tampaknya diserahkan pada kebijakan Pemerintahan Daerah dalam hal ini Provinsi.

Sebagai contoh Dinas Pendidikan Provinsi yang tetap akan menggelar Ujian Nasional SD/MI adalah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY (daerah Istimewa Yogyakarta).

Read the full story

Posted in Ujian Nasional, UN 2014Comments (18)

Wacana Model UN Tahun 2014


Ujian Nasional (UN) sebagai sarana untuk mengukur keberhasilan pendidikan di Tanah Air, terus memperoleh dukungan dari berbagai pihak disamping kritikan dari sementara pihak. Contoh dukungan diantaranya datang dari tokoh nasional Mantan Presiden RI Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla yang menurut pengamatan kami selalu tak kenal lelah dan kritik selalu berkomitmen mendukung keberadaan Ujian Nasional (Unas). Bahkan ketika beliau masih menjabat Wapres, terus mendukung dengan menggulirkan gagasan-gagasan cerdas diantaranya dengan ide menaikkan standar kelulusan UN secara bertahap dengan mencontohkan pelaksanaan UN di sejumlah negara tetangga, termasuk negeri Jiran Malaysia.

Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla sebagai salah satu pemangku pendidikan yang mengikuti Konvensi Ujian Nasional (UN) akhir September turut memformulasikan model penyelenggaraan UN yang relibel, transparan, dan akuntabel. Bahkan beliau tampil sebagai pembicara kunci pada konvensi UN. Menurutnya kehadiran peserta konvensi memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencerdaskan bangsa. Kemajuan suatu bangsa, dapat dijalankan apabila mempunyai nilai tambah dan kultur yang dikembangkan. Pondasi dasarnya adalah pendidikan yang baik.

Read the full story

Posted in Ujian Nasional, UN 2014Comments (0)

UN 2014 Tetap Digelar, Ujian Nasional Tidak Dihapuskan


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh berkomitmen terhadap peraturan perundang-undangan (UU Sisdiknas) untuk tetap melaksanakan ujian nasional (UN) tahun 2014. Menurut beliau, apabila tidak dilaksanakan, maka pemerintah melanggar peraturan yang telah ditetapkan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005. Mendikbud menambahkan, persoalan-persoalan yang menyangkut berjalannya UN akan menjadi tantangan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sebagai pembelajaran.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh menyatakan pemerintah tak akan mundur dan menghentikan pelaksanaan Ujian Nasional. “Bahwa masih banyak kekurangan, tapi kami harus punya sikap. UN ini harus dilanjutkan,” kata Nuh saat menyampaikan paparan dalam Konvensi Ujian Nasional di kompleks kementerian pendidikan, Kamis, 26 September 2013.

Menurut Nuh, Ujian Nasional tetap perlu dilanjutkan untuk mengukur tingkat keberhasilan kegiatan belajar mengajar di setiap daerah. Hasil UN bisa digunakan untuk evaluasi dan pemetaan perkembangan kualitas pendidikan nasional. Selain itu, UN juga diperlukan untuk menjadi tolok ukur pemerintah dalam mengontrol perbaikan mutu pendidikan secara nasional.

Disamping itu menurut Mohammad Nuh, pelaksanaan UN diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran belajar anak, karena dengan begitu proses belajar mengajar bisa dikatakan sukses. “Kesadaran belajar itu tumbuh kalau ada yang namanya tekanan lingkungan. Caranya pertama, menciptakan tantangan. Ibarat orang yang lompat tinggi, kalau tidak ada mistar satu meter atau dua meter nggak bisa ngasih semangat buat lompat sehingga orang jadi berlatih. Kedua, anak harus dihadapkan pada persoalan kekinian. Sampean kalau nggak belajar sampai sekian nggak bisa keterima di Perguruan Tinggi. Kalau nggak belajar saya nggak bisa lulus,” katanya.

Meski begitu, Nuh mengakui hingga kini masih banyak kekurangan dalam pelaksanaan UN. Namun kekurangan itu tak bisa dijadikan alasan untuk membubarkan UN. “Kekurangan ini justru menjadi pemicu untuk kami terus mengupayakan perbaikan.”

Menurut Nuh, setidaknya terdapat empat hal besar yang terus menjadi perhatian serius Kemdikbud. Pertama dari aspek kualitas soal. Jenis dan tingkat kesulitan soal yang diberikan saat Ujian Nasional kata dia harus bisa disandingkan dengan soal yang digunakan di negara lain untuk tingkat pendidikan yang setara.

Penyelenggaraann ujian nasional (UN) sesuai amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah tentang Standar Nasional Pendidikan. “Undang-Undang mengamanatkan pemerintah untuk membuat aturan teknis pelaksanaan. Bagaimana mau evaluasi pengendalian mutu pendidikan secara nasional kalau tidak dilaksanakan secara nasional,” kata Mendikbud kepada pers di Jakarta, Rabu (25/9/2013).

Menteri mengemukakan hal tersebut ketika memberikan penjelasan tentang penyelenggaraan Konvensi UN yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 26-27 September 2013. Sebelumnya, gugatan terhadap pelaksanaan UN pernah dilakukan Tim Advokasi Korban Ujian Nasional (Tekun) namun ditolak karena salah satu pertimbangan majelis hakim Mahkamah Agung yang menyatakan setuju dengan konsep Ujian Nasional yang bertujuan baik. Menurut Mohammad Nuh, UN merupakan masalah akademik namun sering dibawa ke aspek legal.

“Baru kali ini ujian dipersoalkan pakai pengadilan ini cuma di Indonesia saja. Untung MA primernya paham. Artinya UN tetap ada tetapi diperbaiki,” katanya.

Indonesia bukan satu-satunya negara yang melaksanakan Ujian Nasional, , sekurang-kurangnya ada enam negara yang juga menggunakan sistem ujian nasional (UN). Namun sayangnya, di Indonesia pelaksanaan UN menimbulkan pro dan kontra. Adapun keenam negara tersebut yakni Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Jepang, dan China. Demikian melansir data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Sejumlah negara ini menyelenggarakan UN dengan mekanisme yang berbeda, karena kondisi negara yang berbeda pula. Namun, meskipun mempunyai perbedaan sistem dalam pelaksanaannya, tetapi tujuannya tetap sama.

Negara-negara tersebut mempunyai misi yang sama ketika menerapkan sistem UN, yakni pengendalian mutu pendidikan dan standarisasi dalam pengukuran prestasi belajar siswa.

Sekadar diketahui, di Indonesia, sistem UN sudah ada sejak 1950-an. Seiring dinamika kebijakan pendidikan, mendorong terjadinya perubahan sistem UN. Perubahan ini merupakan respons terhadap kelemahan sistem ujian sebelumnya dan bertujuan memperbaiki agar UN menjadi lebih baik.

Sumber: Majalah Tempo dan Okezone

Posted in Kemdikbud, Ujian NasionalComments (1)


Advert

Stats