Siswa Terbaik UN SMP Lamongan
Bank Soal UN Gratis
Download Soal UN plus pembahasan dibuat oleh para pengajar handal
Kisi-kisi UN 2012
Download Kisi-kisi UN 2012 untuk SD/MI, SMP/MTs, SMK, SMA/MA
Gratis Bank Soal Matematika
Koleksi Lengkap Soal UN, SNMPTN, UMB, Simak UI, UM Undip, SMBB Telkom, UM Undip, UM UPI
Informasi Ujian Nasional 2012
Informasi Ujian Nasional 2012 disertai dengan Latihan Soal UN 2012
Latihan Soal Snmptn 2012
Koleksi Latihan Snmptn 2012 dan Soal-soal Snmptn plus Pembahasan Lengkapnya
Latihan Soal UN 2012
Download Latihan Soal UN 2012 untuk SD/MI,SMP/MTs, SMK, SMA/MA
Bank Soal
Bank Soal UN dan Seleksi PTN Lengkap
Menyandang predikat sebagai siswa terbaik dalam Ujian Nasional (UN) merupakan impian bagi setiap siswa.
Impian itu berhasil ditorehkan oleh Rozana Cahya Kurniawati, pelajar asal SMP 1 Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Di Jatim, Rozana menempati posisi tiga dari sepuluh besar pelajar SMP di Jatim dengan UN terbaik, setelah Danang Setiawan (SMPN 2 Tulungagung) dan Fatima Kus Megawati (SMPN 2 Tulungagung).
Posisi itu terbilang istimewa bila dibandingkan 490.786 pelajar SMP se-Jawa Timur yang mengikuti UN Tahun 2009.
Berkat kerja kerasnya, Rozana yang kelahiran Lamongan, 25 Nopember 15 tahun silam itu menyandang predikat terbaik dengan nilai 10 untuk empat mata pelajaran yang diujikan mulai Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA.
“Tidaklah mudah untuk memperoleh nilai ujian sesempurna itu, perlu ketekunan belajar, dan berdoa, serta dukungan dari kedua orang tua,” ucap anak dari pasangan Akhmad Sanusi (43) yang seorang guru di SMK Siang Bojonegoro, dan Siti Layliana (43) yang juga guru di SMP 1 Kedungpring, Lamongan.
Awalnya, Rozana begitu panggilan kesehariannya, tidak menyangka akan dinobatkan sebagai pelajar terbaik se Jawa Timur dengan nilai NEM 40.
“Jangankan itu (terbaik), saya mendapat nilai 10 untuk empat mata pelajaran saja tak begitu menyangka,” kilahnya.
Menurut gadis yang gemar membaca novel remaja itu, bukan menjadi suatu target untuk memperoleh nilai sempurna, yang terpenting bisa mengerjakan soal UN dengan lancar, dan lulus dengan hasil maksimal.
Berkat prinsip kepercayaannya, pelajar berambut sebahu itu berkeyakinan bahwa suatu hal yang tidak mungkin pasti bisa terjadi, dan hal itu benar-benar dibuktikan dari hasil perolehan UN-nya.
Pelajar yang aktif di bidang organisasi siswa intra sekolah (OSIS) itu bisa menyelesaikan setiap soal ujian dengan lancar, namun ketika mengerjakan soal ujian Biologi sempat mengalami kesulitan, kendati demikian hasilnya tetap memperoleh angka sempurna.
“Di sekolah, pelajaran yang paling saya gemari adalah fisika dan Bahasa Inggris,” katanya. Dua mata pelajaran yang selama ini menjadi momok bagi siswa seumur dia.
Ketertarikannya mempelajari ilmu alam dan Bahasa Inggris itulah yang menjadikan Rozana sempat memperoleh gelar bergengsi di tahun 2008 yakni memenangkan lomba karya ilmiah remaja (KIR) tingkat nasional mengalahkan 99 peserta lainnya se-Indonesia.
Ketika itu, ia mewakili Kabupaten Lamongan. Dari tiga bidang yang dilombakan, yakni IPA, IPS, dan teknologi, ia mengambil bidang teknologi.
Materi yang dipresentasikan berjudul “Upaya Menghemat Minyak Tanah Dengan Memodifikasi Sarangan Kompor” yang terinspirasi di tengah melambungnya harga minyak tanah.
Idenya bermula dari masyarakat kecil yang umumnya enggan beralih menggunakan gas elpiji dengan alasan khawatir terjadi ledakan bila sewaktu-waktu terjadi kesalahan dalam penggunaannya.
Mengulang pelajaran
Kesehariannya, Rozana yang bercita-cita kuliah di jurusan kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya itu selalu meluangkan waktu untuk mengulang pelajaran yang telah diajarkan di sekolah.
Tiap harinya, perempuan berkulit sawo matang itu mengalokasikan waktu belajar selama 2,5 jam di rumah mulai pukul 18.00 hingga 20.00 WIB.
Di sekolah, ia belajar mulai pukul 07.00 12.00 WIB, namun karena Rozana termasuk dalam murid yang duduk di kelas unggulan, maka jam pelajaran di sekolah pun ditambah dua jam hingga usai pukul 15.00 WIB, sehingga dia membutuhkan waktu 11 jam untuk belajar.
Itupun ia lakukan dengan kesadaran sendiri tanpa disuruh orang tua, atau mau belajar karena tekanan dari orang tua, seperti pada umumnya pelajar sekarang.
Kendati demikian, Rozana selalu meluangkan waktu untuk sekedar menghilangkan penat, dengan menyalurkan hobi menonton film bersama keluarga, dan teman-teman dekatnya.
Biasanya, hobi itu dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu, setelah selama lima hari disibukkan dengan berbagai aktivitas sekolah.
Umumnya, siswa yang mempunyai kemampuan lebih dalam segi pelajaran mempunyai sikap egoisme tinggi sehingga sulit untuk membaur dan terkesan pilah-pilih teman, namun tidak halnya dengan Rozana.
“Kendati mempuyai inteligensi tinggi dari segi pelajaran, Rozana dikenal sebagai sosok periang dan bersahabat di kalangan teman-temannya,” kata wali kelasnya, Mujiyanto.
Ia menilai kebiasan Rozana yang selalu membantu teman sekelasnya jika mengalami kesulitan menjadikannya disukai banyak teman, hingga ia terpilih menjadi Ketua organisasi kesiswaan di sekolah (OSIS).
Mulai kelas tujuh sampai sembilan, gadis yang ikut bergabung dalam kelompok paduan suara di sekolahnya itu kerapkali mendapat beasiswa karena selalu memperoleh peringkat tiga besar.
Sayangnya, kendati kali ini berhasil mengharumkan nama Kabupaten Lamongan di Jatim atas prestasi yang diraihnya, namun belum ada sebuah “reward” (penghargaan) yang diberikan Pemkab Lamongan.
“Padahal sebelumnya, dua teman Rozana, M Aditiya Nuril Firdaus dan Yana Fitira Mawadaturwarohmah mendapat penghargaan atas prestasinya di bidang pendidikan dari Sampoerna Faoundation dengan beasiswa sebesar 15 ribu dolar dan bisa melanjutkan sekolah di SMA 10 Malang,” kata Kepala Sekolah SMP 1 Babat, Wahib Sujai.
Dalam UN tahun ini, Kabupaten Lamongan memperoleh banyak prestasi. Selain salah satu siswanya mendapat peringkat terbaik se Jatim, sebanyak lima siswa di SMP 1 Lamongan juga berhasil masuk peringkat sepuluh besar, sedangkan secara kelembagaan SMP 1 Lamongan memperoleh peringkat kedua se-Jatim.
Tak hanya itu, persentase tingkat kelulusan SMP di Lamongan pun mencapai 99,95 persen dengan hanya enam siswa tidak lulus dari 12.593 peserta UN, sedangkan untuk SMA sendiri dari 6.415 peserta UN dengan 24 pelajar di antaranya tidak lulus.
Artikel Terkait
Posted in UN SMP dan MTs
