PGRI Tolak Ujian Nasional sebagai Alat Seleksi PTN

Ketua Umum PGRI Sulistiyo menolak rencana pemerintah untuk mengintegrasikan hasil ujian nasional (UAN) sebagai alat seleksi calon mahasiswa baru.

“Ujian masuk perguruan tinggi mestinya yang memiliki kemampuan memprediksi calon mahasiswa,” ujar Sulistiyo,.Selasa (3/11).

Menurutnya sistem pendidikan kita serius untuk diperbaiki termasuk kemampuan guru menyiapkan alat evaluasi yang baik. Ujian untuk calon guru akan berbeda alat seleksinya dengan calon dokter, calon sarjana hukum dan sebagainya.

Sistem klasikal dan pukul rata terhadap semua murid lanjutnya adalah cara konvensional yg sudah harus mulai dievaluasi. Sebab potensi siswa di Indonesia seringkali tidak dihargai.

Sulistiyo juga mengaku prihatin dengan fakta tentang UAN. Saat ini UAN yang mestinya hanya sebagai salah satu penentu kelulusan prakteknya menjadi penentu utama kelulusan.

Bahkan hasil UAN sering menjadi lambang prestasi sekolah atau daerah bahkan pejabat tertentu, jika hasilnya baik.

Kondisi seperti itu telah menimbulkan persoalan serius sehingga diduga banyak pihak yang menekankepala sekolah dan guru agar menyukseskan UAN disekolah atau di daerah maisng-masing.

Ada beberapa kasus dan kegiatan tim sukses uan yang terdeteksi. Diantaranya temuan jadwal pelajaran disekolah sering diubah dengan mengutamakan jadwal matapelajaran UAN.

Siswa dilatih dalam frekuensi yg sangat tinggi sehingga pendidikan terkesan diubah jadi pengajaran, pengajaran diubah menjadi soal-soal dan itu hanya menekankan aspek pengetahuan atau ingatan. Sementara pendidikan nilai dan karakter sekarang sangat diabaikan.

“Semoga saja Mendiknas yang baru mampu menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan secara komprehensif, tidak tambal sulam, dan berideologi pendidikan,” harapnya.

Artikel Terkait

Tags: ,

Posted in Artikel Pendidikan, Snmptn, Ujian Nasional, Ujian Nasional SMA & MA



Leave a Reply