Peserta UASBN SD/MI Lamongan Berkurang

Jumlah peserta Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) di Lamongan tahun ini sebanyak 19.955 siswa, berkurang dibanding tahun 2009 lalu sebanyak 20.951. UASBN dilaksanakan di 1.132 lembaga sekolah tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah pada 4-6 Mei 2010 mendatang dengan mata ujian Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Mustofa Nur Rabu (13/1/2010) menyebutkan, peserta UASBN dari SD sebanyak 11.077 siswa di 624 lembaga SD, sedangkan 8.878 siswa berasal dari 508 lembaga MI. Sesuai dengan ketentuan dari Badan Nasional Standarisasi Pendidikan (BNSP), 25 persen dari naskah soal dirumuskan oleh tim pusat, 75 persen hasil rapat sekolah.

“Tahun ini UASBN masih belum digunakan sebagai instrumen kelulusan. Kelulusan siswa diserahkan pada lembaga pendidikan masing-masing. Sementara hasil UASBN akan digunakan untuk Pendaftaran Siswa Baru (PSB) tingkat SLTP,” ujar Mustofa.

Tahun lalu, peserta UASBN di Lamongan, Sabrina Olivia Putri meraih nilai rata-rata UASBN terbaik kedua se-Jawa Timur dengan nilai rata-rata 29,60. Sabrina hanya terpaut 0,20 dari peringkat pertama, Indri Kartika Dewi, siswi SDN Sawojajar 1 Malang dengan nilai 29,80.

Pada UASBN tahun lalu, dua SD Negeri di Lamongan menempati peringkat 1 dan 2 hasil UASBN 2009 se-Jawa Timur. Peringkat 1 diraih SDN Badurame 1 Kecamatan Turi, disusul SDN Mojorejo 3 Kecamatan Modo di urutan kedua. Tiga lembaga pendidikan tingkat S D/MI juga masuk 20 besar se-Jatim yakni SDN Tambakploso Kecamatan Turi menempati peringkat 11, SDN Made IV Kecamatan Lamongan peringkat 15 dan SDN Rejosari Kecamatan Deket peringkat 19.

Mustofa berharap, prestasi UASBN di Lamongan tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu. Hasil yang diraih Lamongan tahun lalu menunjukkan adanya pemerataan kualitas pendidikan, sebab siswa atau lembaga yang berprestasi berasal dari sekolah yang jauh dari pusat kota Lamongan.

Kompas

Artikel Terkait

>

Tags:

Posted in UASBN 2010



Leave a Reply