Kuota Penerimaan CPNS Garut
Bank Soal UN Gratis
Download Soal UN plus pembahasan dibuat oleh para pengajar handal
Kisi-kisi UN 2012
Download Kisi-kisi UN 2012 untuk SD/MI, SMP/MTs, SMK, SMA/MA
Gratis Bank Soal Matematika
Koleksi Lengkap Soal UN, SNMPTN, UMB, Simak UI, UM Undip, SMBB Telkom, UM Undip, UM UPI
Informasi Ujian Nasional 2012
Informasi Ujian Nasional 2012 disertai dengan Latihan Soal UN 2012
Latihan Soal Snmptn 2012
Koleksi Latihan Snmptn 2012 dan Soal-soal Snmptn plus Pembahasan Lengkapnya
Latihan Soal UN 2012
Download Latihan Soal UN 2012 untuk SD/MI,SMP/MTs, SMK, SMA/MA
Bank Soal
Bank Soal UN dan Seleksi PTN Lengkap
Penjelasan itu disampaikan Djadja menanggapi kritik keras yang dilontarkan Komisi A DPRD Garut terkait proses penerimaan CPNS di Garut, termasuk pengajuan penambahan kuota CPNS yang dilakukan BKD Garut,
Dikatakannya, jika dilihat dari sisi rasio, jumlah pegawai yang ada di Garut saat ini masih berada dibawah satu persen dibandingkan jumlah penduduk yang sudah mencapai 2,5 juta jiwa sedangkan jumlah pegawai baru mencapai 20.800 lebih.
Selain itu, di Garut tiap tahunnya ada sekitar 600 pegawai yang pensiun dan otomatis hal ini harus diimbangi dengan pengangkatan pegawai yang baru. “Dan yang paling banyak, yang pensiun itu adalah tenaga guru yang jumlahnya mencapai sekitar 50 persenan,” ujarnya.
Terkait dampaknya terhadap APBD Garut seperti yang dikhawatirkan pihak Komisi A, menurut Djadja hal itu tidak akan terlalu berpengaruh karena untuk gaji pegawai, biasanya DAU yang akan diterimapun akan disesuaikan. “Kita memang mengajukan penambahan quota sampai 300, namun oleh pusat hanya direalisasi 97 saja,” imbuhnya.
Disebutkannya, selain Garut, ada juga kabupaten lain yang mengajukan penambahan quota penerimaan CPNS diantaranya, Tasikmalaya. Selain itu, pihak Pemprop Jabar juga mengajukan hal yang sama kepada pusat. Sedangkan kabupaten yang tidak menyelenggarakan penerimaan CPNS di Jawa Barat adalah Banjar, Ciamis, Kuningan dan Purwakarta.
Adapun masih banyaknya pegawai di lingkungan Pemkab Garut yang saat ini masih sering berkeluyuran di pusat-pusat perbelanjaan dan bergerombol di luar kantor, menurut Djadja hal itu bukan akibat kurangnya pekerjaan atau kelebihan pegawai, namun lebih diakibatkan mental kerja pegawai yang kurang.
“Sebagaimana diungkapkan bupati beberapa waktu lalu, bahwa saat ini kinerja birokrasi di Garut masih rendah. Dan inilah yang saat ini sedang kita usahakan untuk meningkatkan kinerja pegawai, termasuk diantaranya melakukan tambahan pegawai-pegawai yang masih segar,” katanya.
Menanggapi kekhawatiran Komisi A akan terjadinya kebocoran soal test akibat terjadinya perubahan sistem dimana penggandaan soal menjadi tanggungjawab BKD, Djadja menuturkan, hal itu memang cukup beralasan dan diakuinya pula, pihaknya pun merasa ada peluang untuk terjadinya kebocoran. Namun demikian, menurutnya, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar keamanan dan kerahasiahan soal dapat terjamin.
PR
Artikel Terkait
Posted in Cpns
