Kelulusan Siswa UN Jambi Meningkat

Bank Soal UN Gratis
Download Soal UN plus pembahasan dibuat oleh para pengajar handal

Kisi-kisi UN 2012
Download Kisi-kisi UN 2012 untuk SD/MI, SMP/MTs, SMK, SMA/MA

Gratis Bank Soal Matematika
Koleksi Lengkap Soal UN, SNMPTN, UMB, Simak UI, UM Undip, SMBB Telkom, UM Undip, UM UPI

Informasi Ujian Nasional 2012
Informasi Ujian Nasional 2012 disertai dengan Latihan Soal UN 2012

Latihan Soal Snmptn 2012
Koleksi Latihan Snmptn 2012 dan Soal-soal Snmptn plus Pembahasan Lengkapnya

Latihan Soal UN 2012
Download Latihan Soal UN 2012 untuk SD/MI,SMP/MTs, SMK, SMA/MA

Bank Soal
Bank Soal UN dan Seleksi PTN Lengkap

Data yang diperoleh Jambi Independent dari Diknas Provinsi menunjukkan, angka kelulusan siswa tahun ini mencapai 93,43 persen. Dari 30.554 peserta UN 2009, tercatat 29.202 siswa dinyatakan lulus. Sedangkan sisanya, 1.352 siswa, tidak lulus. Angka itu naik sekitar 6,4 persen dari 86,99 persen pada 2008.

Persentase kelulusan pada masing-masing jenjang sekolah pun meningkat. Menurut data yang dikeluarkan Diknas, tingkat kelulusan siswa SMA mencapai 94,485 persen. Tahun ini tercatat 19.432 siswa SMA yang mengikuti UN, 18.874 di antaranya dinyatakan lulus, selebihnya atau 558 tidak lulus. Jumlah itu meningkat 4,46 persen dari 90,01 persen pada tahun 2008.

Begitu juga di tingkat SMK, tingkat kelulusan mencapai 92,07 persen. Dari 5.919 siswa yang mengikuti UN, 5.450 lulus, dan sisanya, 469, tidak lulus. Angka itu juga meningkat 2,14 persen dari 89,93 pada tahun 2008.

Peningkatan yang luar biasa terjadi pada madrasah aliyah (MA). Persentase kelulusan siswa MA tahun ini mencapai 93,74 persen. Dari 5.203 siswa yang mengikuti UN, yang dinyatakan lulus sebanyak 4.878, dan sisanya, 325, tidak lulus. Angka kelulusan itu meningkat 13,49 persen dari tahun 80,25 persen pada tahun 2008. Seperti diketahui, tahun lalu nilai dan persentase kelulusan siswa MA anjlok. Siswa yang tidak lulus mencapai 19,74 persen.

Kabid Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi (Dikmenti) Diknas Provinsi Jambi Ramli Samosir mengaku gembira melihat mencapaian hasil UN tahun ini. “Artinya tahun ini hasil yang diperoleh lebih baik dari tahun sebelumnya,” katanya kemarin.

Menurut Ramli, hasil UN itu paling lambat akan diterima dinas pendidikan kabupaten dan kota hari ini, dan Senin harus diumumkan secara serentak di seluruh sekolah di Provinsi Jambi. Jika daerahnya jauh, seperti Kerinci dan lainnya, akan dikirim melalui paket dan jasa travel. Tujuannya agar pada Senin semua sekolah sudah bisa menerima.

Soal teknis pengumuman, menurut Ramli, tergantung kebijakan sekolah masing-masing. Yang lebih tahu kondisi siswa atau sekolah adalah sekolah sendiri. Kemungkinan ada sekolah yang mengumumkan dengan memberikan langsung kepada orangtua murid. “Itu terserah sekolah,” katanya.

Disinggung soal pengawasan UN tahun ini dibanding tahun sebelumnya, menurut Ramli, pengawasan tahun lalu dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi, sementara tahun ini pengawasan dan scanning dilakukan perguruan tinggi, yaitu Unja. “Kalau memang ada keraguan soal pengawasan, yang harus dipertanyakan adalah pihak Unja,” ujarnya.

Ke depan, kata Ramli, harus dipertimbangkan lagi sistem pengawasan yang akan dilakukan. “Untuk mendapatkan hasil UN yang benar-benar sesuai harapan, sistem pengawasan juga penting dipikirkan,” katanya.

Pengawasan Kurang Maksimal

Sementara itu, berbagai pihak menilai meningkatnya persentase dan nilai UN tahun ini bukan berarti mutu pendidikan dan sistem persiapannya bagus. Ketua Dewan Provinsi Jambi A Shomad menilai, meningkatnya nilai UN tahun ini lebih disebabkan pengawasan yang kurang makismal. Banyak di antara pengawas itu yang tidak memosisikan diri sebagai pengawas.

Menurut dia, hasil UN yang dicapai setiap tahun selalu terkait dengan pengawasan. “Mungkin karena tahun ini adalah pertama kalinya diberlakukan seperti ini, banyak di antara pengawas itu yang belum memahami tugasnya. Mereka kebanyakan memantau, bukan mengawasi,” katanya.

Selain itu, belum ada petuntuk teknis mengenai cara mengawas. Termasuk hal-hal apa saja yang harus diawasi oleh pengawas. “Kalau pengawas tidak tahu apa yang harus dia awasi, ya percuma saja diberlakukan sistem pengawasan seperti sekarang, hanya menghabiskan anggaran,” ujarnya.

Kurang maksimalnya pengawasan, menurut Shomad, karena kurangnya kesadaran dan kepedulian terhadap pendidikan. “Bisa dilihat di lapangan saat pengawas itu sedang bertugas. Di antara mereka yang hanya duduk, makan, dan minum bersama kepala sekolah dan petugas di sekolah. Itu merupakan suatu sikap yang seolah-olah tidak peduli dan tidak ada rasa tanggung jawab,” katanya.

Sikap pengawasan seperti itu sangat menguntungkan sekolah. Memang dalam mengawas tidak harus selalu ada temuan-temuan, tapi setidaknya ada upaya yang dilakukan. Terutama jika ada temuan harus berani melapor dan memprosesnya. “Kalau di Jawa kenapa ada ujian susulan, karena pengawas berani mengungkapkan kebenaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Pengawas UN dari Perguruan Tinggi Provinsi Jambi, Kemas Arsyad Somad, mengatakan bahwa meningkatnya hasil UN tahun ini merupakan suatu keberhasilan diberlakukannya pengawasan. Dengan adanya pengawasan, siswa dan pihak sekolah lebih mempersiapkan diri. Sebelumnya pihak sekolah sudah mengetahui akan diberlakukan pengawasan ketat, sehingga mereka lebih mempersiapkan diri.

Pengawasan diawali dari tahun sebelumnya yang hanya diawasi oleh TPI. Dalam pengawasan TPI, mulai timbul perasaan kekhawatiran terhadap pengawasan yang semakin ketat. Oleh karena itu, dengan sendirinya pihak sekolah akan mempersiapkan diri dengan meningkatkan proses belajar-mengajar.

Soal banyak pihak menilai pengawasan tahun ini kurang maksimal, Kemas membantah. Menurut dia, pengawasan tahun ini adalah mengawasi pengawas silang dan mengawasi pelaksanaan ujian itu sendiri. “Yang dihawatirkan adalah pihak dinas pendidikan itu yang membantu siswa saat ujian,” katanya.

Setelah diberlakukan pengawasan seperti tahun ini, sudah menunjukkan hasil bahwa ada peningkatan nilai yang dialami siswa. Artinya, siswa akan lebih mempersiapkan diri.

Itu merupakan tujuan pemerintah memberlakukan sistem pengawasan seperti sekarang. Selain untuk memperketat pengawasan, juga akan meningkatkan persentase kelulusan siswa. Menurut Kemas, dari segi pengawasan, sudah berjalan semestinya. “Sebelum pengawasan, kita dari perguruan tinggi sudah memahami sistem pengawasan yang akan dijalankan. Artinya, dengan pengawasan seperti sekarang, telah terbukti bisa meningkatkan persentase kelulusan. Itu yang diinginkan oleh pemerintah,” katanya.

Artikel Terkait

Tags: , ,

Posted in Kelulusan Ujian Nasional



Leave a Reply