Guru Bahasa Jawa Dominasi CPNS Sleman

Bank Soal UN Gratis
Download Soal UN plus pembahasan dibuat oleh para pengajar handal

Kisi-kisi UN 2012
Download Kisi-kisi UN 2012 untuk SD/MI, SMP/MTs, SMK, SMA/MA

Gratis Bank Soal Matematika
Koleksi Lengkap Soal UN, SNMPTN, UMB, Simak UI, UM Undip, SMBB Telkom, UM Undip, UM UPI

Informasi Ujian Nasional 2012
Informasi Ujian Nasional 2012 disertai dengan Latihan Soal UN 2012

Latihan Soal Snmptn 2012
Koleksi Latihan Snmptn 2012 dan Soal-soal Snmptn plus Pembahasan Lengkapnya

Latihan Soal UN 2012
Download Latihan Soal UN 2012 untuk SD/MI,SMP/MTs, SMK, SMA/MA

Bank Soal
Bank Soal UN dan Seleksi PTN Lengkap

Guru Bahasa Jawa mendominasi formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

cpns-guru-bahasa-jawa-sleman“Penerimaan CPNS 2009 dari pelamar umum paling banyak formasi guru bahasa Jawa untuk SMP, SMA dan SMK,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sleman Iswoyo Hadiwarno, Rabu.

Menurut dia dari 367 formasi pengadaan CPNS, 200 formasi di antaranya diperuntukkan tenaga pendidik (guru) dengan rincian 167 formasi untuk guru SD dengan kualifikasi pendidikan S-1 dan D-2 PGSD.

“Sebanyak 32 formasi bidang ketenagaan guru lainnya, untuk guru Bahasa Jawa SMP sebanyak 13 formasi, guru bahasa Jawa SMA 12 formasi dan guru bahasa Jawa SMK tujuh formasi,” katanya.

Ia mengatakan sedangkan sisanya satu formasi guru pendidikan teknik otomotif untuk SMK dengan kualifikasi S-1 pendidikan teknik otomotif.

“Guru Bahasa Jawa kualifikasi yang dibutuhkan adalah S-1 kependidikan Bahasa Jawa atau bahasa dan Sastra Jawa, serta S-1 nonkependidikan sastra nusantara jurusan Bahasa Jawa atau Sastra Jawa yang telah memperoleh akta IV,” katanya.

Ia mengatakan untuk pengadaan CPNS tenaga kesehatan dibutuhkan 105 orang untuk 11 formasi.

“Kebutuhan formasi untuk tenaga kesehatan yang terbesar adalah perawat sebanyak 48 formasi dengan kualifikasi pendidikan D-3 keperawatan dan dokter umum sebanyak 17 formasi dengan kualifikasi S-1 Kedokteran umum dan telah mendapatkan pendidikan profesi,” katanya.

Menurut dia untuk tenaga rekam medis sebanyak 10 formasi dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan D-3 rekam medik, sedangkan 30 formasi tenaga kesehatan lainnya untuk dokter spesialis anastesi satu orang, apoteker tiga orang, dan pranata laboratorium kesehatan sebanyak tujuh orang.

“Selain itu untuk radiografer sebanyak dua formasi, nutrisionis enam formasi, asisten apoteker delapan formasi, perawat gigi dua formasi dan teknisi elektromedis satu formasi, sedangkan untuk tenaga teknis dibutuhkan 62 orang untuk mengisi 26 formasi jabatan teknis,” katanya.

Ia mengatakan dari jumlah tersebut kebutuhan terbanyak adalah jabatan analis tata praja sebanyak sembilan formasi dengan kualifikasi pendidikan S-1, pemerintahan sebanyak enam formasi, administrasi negara tiga formasi, dan jabatan penata laporan keuangan sebanyak lima formasi dengan kualifikasi pendidikan S-1 akuntasi,” katanya.

Menurut dia selanjutnya 51 formasi lainnya dengan kualifikasi S-1 untuk jurusan sosiatri, ekonomi manajemen, ilmu hukum, administrasi negara, sosiologi, komunikasi, arkeologi, teknik sipil, arsitektur, administrasi pendidikan, komputer, planologi/PWK, geografi kartografi, psikologi, teknik pertambangan, pendidikan teknik otomotif, perpustakaan, D-3 teknik sipil, D-3 teknik komputer dan D-3 kearsipan.

“Indeks prestasi kumulatif yang dipersyaratkan untuk semua pendidikan adalah 2,75 dalam skala 4, sedangkan untuk SAA/SMF adalah 7,5,” katanya.

Iswoyo mengatakan berbeda dengan penerimaan CPNS sebelumnya pada tahun ini semua pelamar harus menyerahkan kartu pencari kerja (AK.I) dan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang asli ketika menyerahkan berkas lamaran kerja. “Ini dimaksudkan untuk mengantisipasi banyaknya kursi kosong ketika penyelenggaraan seleksi,” katanya.

Artikel Terkait

Tags: ,

Posted in News



Leave a Reply