Depdiknas Bertekad Bulat Laksanakan UN

Bank Soal UN Gratis
Download Soal UN plus pembahasan dibuat oleh para pengajar handal

Kisi-kisi UN 2012
Download Kisi-kisi UN 2012 untuk SD/MI, SMP/MTs, SMK, SMA/MA

Gratis Bank Soal Matematika
Koleksi Lengkap Soal UN, SNMPTN, UMB, Simak UI, UM Undip, SMBB Telkom, UM Undip, UM UPI

Informasi Ujian Nasional 2012
Informasi Ujian Nasional 2012 disertai dengan Latihan Soal UN 2012

Latihan Soal Snmptn 2012
Koleksi Latihan Snmptn 2012 dan Soal-soal Snmptn plus Pembahasan Lengkapnya

Latihan Soal UN 2012
Download Latihan Soal UN 2012 untuk SD/MI,SMP/MTs, SMK, SMA/MA

Bank Soal
Bank Soal UN dan Seleksi PTN Lengkap

Mendiknas-Nuh2Meski digoyang aksi unjuk rasa pro dan kontra, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tidak lantas surut, bahkan dengan tekad bulat untuk tetap melaksanakan ujian nasional (UN).

”Ini kan baru diputuskan. Pelaksanaan UN baru disosialisasikan pada Desember 2009 dan Januari 2010. Yang penting UN jalan terus. Kalau UN tidak menentukan kelulusan, lantas nilai itu untuk apa kalau tidak dipakai,” tegas Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh usai acara ”Silaturahmi Mendiknas dengan Wartawan Pendidikan” di Cisarua Bogor, Jumat (11/12) malam.
Menurutnya, jika ada guru memboikot UN, konsekuensinya anak didiknya bisa tidak lulus. ”Sebenarnya UN merupakan kombinasi dari perjalanan panjang evaluasi pendidikan yang telah dilakukan. Jika ada kalangan yang menyarankan kelulusan peserta didik diserahkan kepada pihak sekolah, hal itu sudah pernah dilakukan. Dan pengalaman sejarah, menunjukkan dari evaluasi yang diserahkan kepada pihak sekolah, hasilnya pasti lulus 100 %,” terangnya.
Dikatakan pula, ujian negara sebenarnya sudah ada sejak Indonesia merdeka. Pelaksanaan ujian negara itu digelar hingga tahun 1972, dan angka kelulusannya hanya 30-40 %. ”Pada saat itu, tidak ada yang protes. Namun karena terjadi banyak siswa yang tidak lulus dan menutup kesempatan anak baru, maka evaluasi itu diubah menjadi ujian sekolah,” paparnya.
Pelaksanaan evaluasi kemudian diserahkan kepada sekolah dan digelar dalam kurun waktu tahun 1972-1982. Akhirnya, dengan evaluasi ini angka kelulusan selalu mencapai 100 %.
Tahun 1982-1992, kemudian dilakukan perubahan lagi dengan mengombinasi ujian negara dengan ujian yang diserahkan kepada pihak sekolah sepenuhnya dan kemudian akhirnya muncul ujian yang dinamakan Ebtanas. Hasil ujian ini menggabungkan nilai rapor ditambah hasil ujian yang dilakukan sekolah dan ujian negara. Kenyataannya lulus semua, meski untuk ujian negaranya hanya bernilai rendah.
Karena ada bias yang luar biasa itu, kata Mendiknas, kemudian Ebtanas diubah menjadi Ujian Akhir Nasional tahun 2002 hingga kini.
Ditanya apakah sudah mendapatkan salinan putusan kasasi MA, Mendiknas mengaku sampai saat ini belum menerimanya. ”Depdiknas tidak akan menanyakan ke Mahkamah Agung mengapa salinan putusan kasasi itu sampai saat ini belum dikirimkan. Karena itu domainnya MA. Jadi kami akan tetap menunggu salinan putusan dan jika sudah menerimanya, akan kami pelajari lebih jauh ,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, MA menolak permohonan kasasi yang diajukan pemerintah terkait dengan pelaksanaan UN, sehingga dengan putusan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa UN yang selama ini dilakukan adalah cacat hukum, dan selanjutnya pelaksanaan UN dilakukan evaluasi untuk diperbaiki.

Artikel Terkait

Tags:

Posted in UN 2010



Leave a Reply