<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ujian Nasional &#187; Kiat Sukses</title>
	<atom:link href="http://ujiannasional.org/category/kiat-sukses/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ujiannasional.org</link>
	<description>Ujian Nasional SD, SMP, SMA, SMK, dan UN Paket</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 02:40:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Prediksi Soal UASBN SD 2010</title>
		<link>http://ujiannasional.org/prediksi-soal-uasbn-sd-2010.htm</link>
		<comments>http://ujiannasional.org/prediksi-soal-uasbn-sd-2010.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 06:31:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bank Soal]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal UN 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Kiat Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Kisi-kisi UASBN SD dan MI]]></category>
		<category><![CDATA[Kisi-kisi Ujian Nasional 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaksanaan Ujian Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi Soal Ujian Nasional 2010]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[Soal UASBN SD / MI]]></category>
		<category><![CDATA[UASBN]]></category>
		<category><![CDATA[UASBN 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UN 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Prediksi Soal UASBN SD 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Soal UASBN]]></category>
		<category><![CDATA[Soal UASBN MI]]></category>
		<category><![CDATA[Soal UASBN SD]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ujiannasional.org/?p=2142</guid>
		<description><![CDATA[Prediksi Soal UASBN SD 2010 ini berlaku bukan hanya untuk SD (Sekolah Dasar) tetapi tentu saja berlaku pula untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam rangka persiapan UASBN SD yang lebih matang dan terarah sebab disusun oleh para pengajar yang berpengalaman di bidangnya. Kami lebih senang mengistilahkan Prediksi Soal UASBN SD 2010 ini dengan istilah Latihan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">
<p><strong>Prediksi Soal UASBN SD 2010</strong> ini berlaku bukan hanya untuk SD (Sekolah Dasar) tetapi tentu saja berlaku pula untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam rangka persiapan UASBN SD yang lebih matang dan terarah sebab disusun oleh para pengajar yang berpengalaman di bidangnya. Kami lebih senang mengistilahkan <a href="http://ujiannasional.org/prediksi-soal-uasbn-sd-2010.htm">Prediksi Soal UASBN SD 2010</a> ini dengan istilah Latihan yang terarah UASBN SD / MI karena semua jenis soal yang diujikan berusaha kami sesuaikan dengan <a href="http://ujiannasional.org/kisi-kisi-ujian-nasional-2010.htm">Kisi-kisi Ujian Nasional 2010</a> untuk UASBN SD dan MI tahun 2010 yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional atau Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.<span id="more-2142"></span></p>
<p>Adik-adik pelajar SD / MI dimana pun Anda berada, UASBN SD / MI 2010 sebentar lagi digelar. Tepatnya tanggal 4 Mei sampai 6 Mei 2010. Hadapilah UASBN 2010 dengan tenang dan senang hati, jangan takut, jangan cemas. Mudah-mudahan pula Adik-adik terpacu semangatnya dengan terbitnya <a href="http://ujiannasional.org/prediksi-soal-uasbn-sd-2010.htm">Latihan Soal UASBN SD 2010</a> ini karena disamping saoal ini dipandang bagus, kami lengkapi pula dengan pembahasannya yang lengkap yang ditulis oleh para pengajar yang berpengalaman. Untuk mendukung Prediksi Soal UASBN SD ini kami sajikan juga teori ringkasnya dari setiap pelajaran SD / MI yang diujikan yang kami sesuaikan juga dengan <strong>Kisi-kisi <a href="http://ujiannasional.org/"target="_top"rel="external"title="Ujian Nasional" >Ujian Nasional</a> 2010</strong>.<!--more--><br />
<strong>Latihan Soal UASBN SD 2010</strong> ini terdiri dari 2 (dua) paket, yaitu Paket A (1 naskah soal untuk masing-masing pelajarannya) dan Paket 2 (rata-rata 2 naskah soal dengan dua kode soal untuk seiap pelajarannya). Silakan simak Latihan Lengkap Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD / MI  ini dan Anda boleh mendownloadnya secara gratis karena kami berikan juga linknya untuk mendownload file-file tersebut. <img src='http://ujiannasional.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<h2><strong><font size="6"><font color="blue">Latihan UASBN SD / MI – Paket II</font></font></strong></h2>
<p><strong></strong></p>
<p>Download Latihan <a href="http://ujiannasional.org/latihan-soal-matematika-uasbn-sd-2010.htm">Mathematika untuk persiapan UASBN SD</a> / MI 2010 (termasuk pembahasan, teorinya dan juga Bank Soal)</p>
<p>Download Latihan <a href="http://ujiannasional.org/latihan-soal-uasbn-sd-bidang-studi-bahasa-indonesia.htm">Bahasa Indonesia untuk persiapan UASBN SD</a> / MI 2010 (termasuk kunci jawaban dan Bank Soal)</p>
<p>Simak dan Download Latihan <a href="http://ujiannasional.org/latihan-soal-ipa-uasbn-sdmi-2010.htm">IPA untuk persiapan UASBN SD</a> / MI 2010 (termasuk pembahasan, teorinya dan juga Bank Soal)</p>
<p>Semoga bermanfaat untuk Siswa-siswi SD / MI yang kami cintai <img src='http://ujiannasional.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ujiannasional.org/prediksi-soal-uasbn-sd-2010.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumus-rumus Kelulusan UN</title>
		<link>http://ujiannasional.org/rumus-rumus-kelulusan-un.htm</link>
		<comments>http://ujiannasional.org/rumus-rumus-kelulusan-un.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 01:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UN 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ujiannasional.org/?p=1444</guid>
		<description><![CDATA[Sesuai teori evaluasi pendidikan, pengukuran kemampuan anak harus menggunakan standar norma. Sementara itu, standar mutlak digunakan untuk mengukur mutu pendidikan secara menyeluruh dan tidak menjadi penentu kelulusan karena hanya bersifat pemetaan. Demikian hal itu dikemukakan oleh pakar pendidikan Arief Rachman, Kamis (3/12) malam. &#8220;Jika menggunakan standar norma, berarti UN harus memperhitungkan rata-rata kekuatan daerah dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">
<p>
<img src="http://ujiannasional.org/wp-content/uploads/2009/12/tips-sukses-ujian-nasional.jpg" alt="tips-sukses-ujian-nasional" title="tips-sukses-ujian-nasional" width="191" height="131" class="alignleft size-full wp-image-1445" />Sesuai teori evaluasi pendidikan, pengukuran kemampuan anak harus menggunakan standar norma. Sementara itu, standar mutlak digunakan untuk mengukur mutu pendidikan secara menyeluruh dan tidak menjadi penentu kelulusan karena hanya bersifat pemetaan.</p>
<p>Demikian hal itu dikemukakan oleh pakar pendidikan Arief Rachman, Kamis (3/12) malam. &#8220;Jika menggunakan standar norma, berarti UN harus memperhitungkan rata-rata kekuatan daerah dan setiap anak didik. Memang rumit tetapi ini cara yang benar. Jangan pilih yang mudah tetapi salah,&#8221; ujarnya.<span id="more-1444"></span></p>
<p>Secara teori, proses evaluasi akhir dari proses pendidikan memang harus ada. Namun, secara hukum terminologi UN itu tidak ada, yang disebutkan hanya evaluasi akhir. &#8220;Tetapi di PP 19 tahun 2005 muncul istilah UN. Ini yang harus diluruskan supaya antara PP dengan UU Sisdiknas konsisten,&#8221; kata Arief.</p>
<p>Dalam evaluasi akhir yang berfungsi sebagai pemetaan, yang harus diperhatikan adalah kekuatan rata-rata daerah masing-masing. Namun, yang terjadi pada UN saat ini justru penilaian terhadap anak didik dipukul rata, sama dengan standar minimal kelulusan yang hanya memerhatikan nilai mentah. Disinilah letak kekeliruannya.</p>
<p>&#8220;Kalau mengadakan UN seperti sekarang jelas melanggar prinsip keadilan pendidikan, sebab rumus yang dipakai juga keliru. Yang sedang dinilai itu apa, mutu pendidikan Indonesia atau anak didik. Dengan evaluasi itu nanti bisa kita gunakan untuk menyusun strategi perbaikan mutu pendidikan setiap daerah,&#8221; kata Arief.</p>
<p>Untuk mengetahui secara persis hasil proses belajar mengajar pada anak didik, penilaian harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari absensi, akhlak, prestasi selama tiga tahun, ujian sekolah hingga UN. Untuk menilai secara obyektif kemampuan anak didik perlu ada rumusan evaluasi yang mencakup seluruh aspek dari kepala sekolah dan dewan guru sebagai pihak yang paling mengetahui perkembangan anak didik.</p>
<p>&#8220;Hasil UN seharusnya diramu dengan hasil penilaian sekolah oleh kepala sekolah dan dewan guru sehingga sekolah memiliki wewenang dan kekuatan. Tetapi sekali lagi pihak sekolah juga harus jujur dalam memberikan penilaian untuk kelulusan anak didiknya,&#8221; kata Arief.</p>
<p>Daripada kontroversi pelaksanaan UN terus berlanjut, Arief mengusulkan ada baiknya ada masa transisi selama 2-3 tahun untuk memperbaiki dan menyempurnakan pelaksanaan evaluasi proses pendidikan.
</p>
<p>
<strong>Formula Kelulusan UN yang patut dicoba</strong><br />
Ada dua formula yang bisa digunakan oleh pemerintah jika tetap melaksanakan UN, tetapi tanpa menjadikannya sebagai syarat atau penentu kelulusan siswa. Formulasi tersebut bisa langsung diaplikasikan untuk tujuan jangka pendek, tetapi bisa juga untuk tujuan jangka panjang.</p>
<p>Formula pertama digunakan untuk tujuan jangka pendek, yaitu mulai diterapkan pada UN 2010 mendatang. Cara pertama, formulasi kelulusan dilakukan dengan cara mengkalkulasi nilai akhir dari seluruh semester sejak siswa duduk di kelas I sampai III. Standar nilai kelulusan dari formula ini sebesar lebih dari atau minimal 6,00.</p>
<p>Cara kedua, kelulusan dilakukan dengan menggunakan kombinasi PQR, yaitu sistem yang mengkalkulasi nilai akhir atau kelulusan dengan rumus P (nilai semester satu) + Q (nilai semester dua) + 3R (nilai UN).</p>
<p>&#8220;Standar nilai tetap sama seperti cara pertama, yaitu untuk mencapai kelulusan siswa harus memperoleh nilai lebih dari atau minimal 6,00,&#8221; ujar Suparman, pengamat pendidikan dari Education Forum di Jakarta, Senin (7/12).</p>
<p>Sementara itu, formulasi kedua digunakan untuk tujuan jangka panjang. Pada formulasi ini, penyelenggaraan UN tidak akan dilakukan di akhir jenjang sekolah, melainkan di tengah-tengah.</p>
<p>Pada tingkat Sekolah Dasar, misalnya, UN dilakukan di kelas III atau IV. Sementara di tingkat SMP/SMA dan sederajat, UN dilaksanakan di kelas I atau II, atau di salah satunya. </p>
<p>&#8220;Tujuannya bukan untuk mengeksekusi kelulusan, tetapi memperbaiki kompetensi anak, kualitas guru, serta kinerja pemerintah,&#8221; ujar Suparman.</p>
<p>Suparman mengatakan, formula untuk tujuan jangka panjang tersebut membuat sinergi antara pihak sekolah (guru), siswa, serta pemerintah berjalan kuat dan memiliki manfaat yang jelas. Karena dengan cara ini, kata dia, siswa tidak akan main-main belajar, guru pun tidak bisa lagi santai-santai mengajar, sedangkan pemerintah bisa lebih berkonsentrasi untuk meningkatkan kualitas dari segala yang dibutuhkan siswa dan guru di sekolah.</p>
<p>&#8220;Saat ini kita tidak ingin membangun pro dan kontra menyoal UN, tetapi langsung mencari solusi cepat yang bisa diterapkan untuk anak didik,&#8221; ujar Suparman.</p>
<p>Adapun, kata Suparman, delegasi EF dan Tim Advokasi Korban <a href="http://ujiannasional.org/"target="_top"rel="external"title="Ujian Nasional" >Ujian Nasional</a> (Tekun) hari ini, Senin (7/12), sudah mengirimkan surat kepada Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) untuk berdialog dan membincangkan persoalan UN, termasuk menyoal perumusan yang strategis mengenai kelulusan siswa.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ujiannasional.org/rumus-rumus-kelulusan-un.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses UN 2010</title>
		<link>http://ujiannasional.org/kiat-sukses-un-2010.htm</link>
		<comments>http://ujiannasional.org/kiat-sukses-un-2010.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 09:42:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Madrasah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[UASBN]]></category>
		<category><![CDATA[UASBN 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UN 2010]]></category>
		<category><![CDATA[UN Paket]]></category>
		<category><![CDATA[UN SMP dan MTs]]></category>
		<category><![CDATA[UN SMPLB]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional SMA]]></category>
		<category><![CDATA[UN MA]]></category>
		<category><![CDATA[Un Smp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ujiannasional.org/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun 2010 masih beberapa bulan lagi tetapi memahami kita suksesnya harus segera dilakukan. Standar Kelulusan UN untuk semua tingkatannya tampaknya akan naik. Disamping itu adanya wacana tentang Integrasi UN &#8211; SNMPTN yang semakin menemukan titik terang. Kiat Sukses untuk Guru Pembimbing Setiap tahun pelaksanaan UN memang selalu menjadi pembicaraan hangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">Walaupun pelaksanaan <a href="http://ujiannasional.org/"target="_top"rel="external"title="Ujian Nasional" >ujian nasional</a> (UN) tahun 2010 masih beberapa bulan lagi tetapi memahami kita suksesnya harus segera dilakukan. Standar Kelulusan UN untuk semua tingkatannya tampaknya akan naik. Disamping itu adanya wacana tentang Integrasi UN &#8211; <a href="http://www.snmptn2012.com/"target="_top"rel="external"title="Snmptn" >SNMPTN</a> yang semakin menemukan titik terang.</p>
<p><strong>Kiat Sukses untuk Guru Pembimbing</strong><br />
    Setiap tahun pelaksanaan UN memang selalu menjadi pembicaraan hangat bahkan kontroversi karena masih terdapat tindak kecurangan atau penyelewengan dalam pelaksaanaan UN, misalnya jual-beli soal atau jawaban yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Polemik makin berkepanjangan ketika banyak siswa yang tidak lulus UN, apalagi siswa-siswa yang tidak lulus tersebut adalah siswa-siswa yang berprestasi di sekolahnya.<br />
<span id="more-796"></span><br />
    Nilai UN yang dijadikan sebagai kunci apakah siswa lulus atau tidak setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun memang menjadi hal yang dilematis bagi sekolah dan dinas yang terkait. Di satu sisi, ini merupakan sebuah program dalam meningkatkan kualitas kompetensi lulusan. Namun, di sisi lain, bila input siswa yang dimiliki kemampuannya minim, ditambah fasilitas yang kurang memadai dan kondisi-kondisi lainnya yang kurang menunjang untuk peningkatan kualitas siswanya, maka kekhawatiran akan hasil UN yang mengakibatkan banyaknya siswa tidak lulus adalah sangat beralasan.</p>
<p>    Banyaknya siswa yang tidak lulus akan memengaruhi kredibilitas sekolah di mata masyarakat yang akan berdampak pada menurunnya minat orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Alhasil sekolah pun harus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan hasil UN. Di antara sekian strategi yang bisa dilakukan adalah, pertama, meningkatkan motivasi siswa. Motivasi adalah dorongan yang ada dalam diri seeorang. Bila seseorang memiliki motivasi tinggi maka seberat apa pun tantangan yang ada di hadapannya akan mampu ia atasi. Karena itu, menumbuhkan motivasi yang tinggi di siswa adalah langkah awal yang harus dilakukan.</p>
<p>    Tentu saja tidak mudah untuk menumbuhkan motivasi atau gairah belajar yang tinggi di siswa ini. Diperlukan pendekatan khusus, mungkin bisa dimulai dengan pengklasifikasian siswa dari siswa yang memiliki high motivation sampai yang low motivation, lalu dibuat progress report-nya.</p>
<p>     Lakukan proses penanganan per siswa, terutama yang memiliki motivasi belajar kurang sampai kemudian motivasi belajarnya itu muncul. Pendekatan psikologis secara personal di luar jam pelajaran dengan suasana yang rileks dan nyaman perlu dilakukan sehingga ada kedekatan dan keterbukaan antara siswa dan guru.</p>
<p>    Strategi kedua, mengubah sistem pembelajaran. Sistem pembelajaran dalam menghadapi UN tentu saja harus berbeda dengan sistem pembelajaran sehari-hari. Selain pemberian materi juga diadakan pembahasan soal-soal, bahkan setiap akhir minggu atau akhir bulan sebaiknya dilakukan try out untuk mengukur sampai di mana kompetensi yang telah dikuasai siswa.</p>
<p>     Pembelajaran akan lebih mudah kalau menggunakan sistem kerja tim untuk guru dan sistem kelompok belajar untuk siswa. Kelompok siswa ditentukan oleh nilai hasil try out. Siswa yang mendapat nilai di atas standar disatu-kelompokkan dan yang kurang dibuat kelompok yang lain. Dampak negatifnya siswa yang dalam kelompok kurang akan merasa tersisih, tapi ini bisa disiasati dengan memberikan dukungan dan motivasi bahwa mereka mampu dan mereka pun dituntut untuk masuk ke kelompok yang mendapat nilai bagus. Pembuatan kelompok ini dilakukan untuk mempermudah pembahasan terhadap materi pelajaran yang tidak di kuasai siswa.</p>
<p>    Ketiga, meminta dukungan dari orang tua siswa. Sekolah harus terus berkoordinasi dengan orang tua mengenai program-program dalam mempersiapkan UN. Diharapkan partisipasi orang tua secara aktif dalam membantu anak-anaknya terutama dalam pemberian motivasi dan pengawasan belajar di rumah.</p>
<p>    Keempat, berdoa. Doa merupakan perwujudan permohonan seseorang kepada Allah agar diberi kemudahan. Efek dari doa juga melahirkan ketenangan dan ketawakalan. Ini penting karena dalam persiapan dan pelaksaan UN kondisi ketenangan berpengaruh dalam proses pengisian soal. Karena itu, dorong siswa agar lebih memperbanyak doa.</p>
<p>    Mudah-mudahan dengan langkah-langkah di atas pelaksanaan UN memberikan pelajaran yang berharga bagi siswa, tidak hanya mendapat nilai yang sesuai dengan standar kelulusan, tapi juga merasakan bagaimana sikap harus bekerja keras untuk memperoleh sesuatu dan juga meningkatkan sikap takwa.</p>
<p>    Terlepas dari itu, menurut penulis sebaiknya kelulusan seorang siswa tidak hanya ditentukan oleh nilai UN yang hanya diwakili oleh beberapa mata pelajaran. Alangkah lebih baiknya kalau kelulusan ditentukan melalui beberapa indikator, di antaranya hasil nilai UN, nilai rata-rata akhir semua mata pelajaran, prestasi ekstrakurikuler, dan sikap siswa baik secara mental maupun perilaku. Semoga pendidikan kita bisa menjadi lebih baik di masa yang akan datang.</p></div>
<p>Oleh : Dra. Eva Fauziah Dewanti dan Drs. Asep Dewanto, SH</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ujiannasional.org/kiat-sukses-un-2010.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Kerja Keras adalah Energi Kita&#8221;, the best slogan for successful lives</title>
		<link>http://ujiannasional.org/kerja-keras-adalah-energi-kita-the-best-slogan-for-successful-lives.htm</link>
		<comments>http://ujiannasional.org/kerja-keras-adalah-energi-kita-the-best-slogan-for-successful-lives.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 09:45:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Keras adalah Energi Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ujiannasional.org/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Kerja Keras adalah Energi Kita is the slogan that gives a high spirit for success in all things, success will not be achieved without struggle and hard work, Kerja Keras adalah Energi Kita, Hard Work We connect with the existing energy in the universe. And is a series of energy systems affect each other. The [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<div align="justify"><strong>Kerja Keras adalah Energi Kita</strong> is <img src="http://ujiannasional.org/wp-content/uploads/2009/11/kerja-keras-adalah-energi-kita1.jpg" alt="kerja-keras-adalah-energi-kita" title="kerja-keras-adalah-energi-kita" width="300" height="400" class="alignright size-full wp-image-156" />the slogan that gives a high spirit for success in all things, success will not be achieved without struggle and hard work, <a href="http://ujiannasional.org/kerja-keras-adalah-energi-kita-the-best-slogan-for-successful-lives.htm">Kerja Keras adalah Energi Kita</a>, Hard Work We connect with the existing energy in the universe. And is a series of energy systems affect each other. The slogan was echoed by the State Owned oil &#038; gas company of Republic of Indonesia : <strong>Pertamina</strong>.</p>
<p>If you are a teacher or employee wants to achieve success in work show our work ethic because it is energy We. Say you have dreams or aspirations for success then kta must dare to dream or ideal.</p>
<p>But it turned out to realize the dream is not as easy as turning the palm of the hand, not too difficult to find the right formula to make a rocket that can transport people to the moon. What is the secret key? To quote Paul Hanna, the key is attitude and confidence that You Can Do It! (You must Can!) Or can be summarized in the following sentence: You will see it when you believe it!.<br />
<span id="more-153"></span><br />
If to dream is not easy, but that does not mean impossible. What should we know is all it takes sacrifice, as one friend of mine, &#8220;Nothing is free!&#8221; There&#8217;s always a price to pay to get something. And though one day we get something for free then there must be some service or good that we have done, either directly or indirectly. Therefore, do not expect your dreams will come true while you just kept quiet or as expected windfall.</p>
<p>Materialization of a dream depending on how big you dream your dreams and to what extent you can educate the subconscious mind that you really want impiah it becomes reality. I usually educate the subconscious in a way to tell my dreams to someone else; able to close friend, teacher or friend of the reader. That way there is expected to flash back to me (more precisely to the subconscious or unconscious mind) that I seriously want to realize this dream, despite all of that again depends on the will of the Almighty.</p>
<p>In addition, it was certain that there is always a hard work to realize a dream. A dream with another dream that her sacrifice is also different prices. Clearly, there is always that we must sacrifice to achieve those dreams. Sacrifice that can be referred to time, cost, energy, thoughts, feelings, and so on.</p>
<p>To realize the precious dream, dare you out of your daily routine that may be comfortable and without challenge? Dare you come out of the comfort zone (comfort zone) you to do a real action-action to realize your dreams?</p>
<p>So, you have to dare berakit-raft up river, swam to shore or be sick first, have fun later.</p>
<p>I also strongly agree with what Paul Hanna stated in his book, Just Do It!, &#8220;Successful people usually understand the pain. They realized it was a positive impact and is a tool to achieve success. They let the suffering into their lives, because they realize that if they managed to cope so their confidence will grow. From here, their ability to face future challenges. &#8221;</p>
<p>Thus, in fact most of the critical dream come true you are your own self. How much you dare to dream and dare to make that dream become a reality, even had to face various obstacles, challenges and trials. Which should not be forgotten is that after an attempt or seek, we must give the final result to God because he was the fate of the determinants of all our lives. So, essentially we must make every effort that we can and submit the results to that omniscient He is the best for us. That is what is called resignation.</p>
<p><strong>Hard work effectively and efficiently</strong><br />
Results of research Dr. Thomas Stanley of the University of Georgia found the same pattern for all the people who succeed are &#8220;hard work&#8221;. They worked 12 s / d 14 hours a day. He thinks no one can achieve maximum potential by doing the minimum.</p>
<p>To a person can work effectively and efficiently, the first: he had to master what he was doing well. Then the second, he needs to learn to recognize what is expected by the leader, because without learning to understand what is wanted by the leader, doing whatever we can so be considered not suitable (or not as expected) by the leader.</p>
<p>Often I find there are certain employees who do what is commanded by their leader in his own way, with the thought that the results obtained would be far better than that set by the leaders, but in fact the results he got exactly the opposite of what is expected.</p>
<p>One thing we need to understand, a person becomes the leader is not without reason. Although a leader may be doing wrong, but he became a leader because he is able and has the capacity to master and produce something. In other words, he was several steps ahead of us as an employee.</p>
<p>Therefore, learn to build good communication with the leaders, so as your people can better understand ways of thinking, habits, and what is expected by the leader each time he gives the task. Thus, any task that you receive from the leader will be completed with maximum results.</p>
<p>Talk about understanding what is expected by the leaders, means that we need to have the ability to hear with Attentive. We need to do really well just listen when the leader gave the order / job. The reason why we often difficult to grasp what is desired by the leaders because when the leaders speak, at the same time our brains also &#8216;talk&#8217;. In other words, we can not function like a sponge that absorbs water, but in fact our brain is designed to be able to understand everything is extraordinary. So, when a leader gives orders / tasks, as long as we concentrate and listen very well to say what the leaders, I believe we will be able to understand what the leaders.</p>
<p>Working smart with an IQ or related to logical one, because after all, continue to hone skills without thinking, when someone receives a task or orders from superiors, he could given the task of responding with a &#8216;blo&#8217;on&#8217;. It says it is less pleasant, but often that&#8217;s what happened. Moreover, if our leaders have the educational background that is high enough, so that when giving orders often use terms that sound strange to us. In such situations, if we do not fully understand what the leaders to say, it would be nice if we ask questions and seek clarification from the leader. However, at the same time, when the leader explains, it helps us learn to understand the mindset that leaders have. After hearing the explanation from the leader, &#8216;record&#8217; all these things in our memory so that when the leaders returned to the command / task more or less the same, we immediately know what to do.</p>
<p>Sometimes a person becomes saturated with his work because so far he has worked with efficiently. In this case, you need to find out what the cause of your boredom: if you become saturated because of the task-that&#8217;s all, or you become saturated because there are no new challenges. If you become bored because the task was so-so just that no other challenges you can get, it would not hurt you meet your leader and tell him that you expect the challenge of responsibility or a greater work. You can tell that you are prepared to do extra work for the sake of overcoming the existing saturation, because you realize that if you work effectively and efficiently, automatically there is a lot of time you have left, because the job provided you have fully completed.</p>
<p>Do not be tempted to idleness or leisure in a job if you find that you have worked effectively and efficiently. This fact is a good opportunity to be able to request additional duties from your leaders, because the additional task means the first step to receive promotions.</p>
<p>Working with very large bright affect a person&#8217;s performance. People who just work hard the results will not be comparable to those who work smart. Like the example I gave earlier about the office boy; someone who works with the smart will be able to perform several tasks at once at the same time with maximum results in a shorter time, with less energy.</p>
<p><strong>Working hard vs working smart</strong><br />
<img src="http://ujiannasional.org/wp-content/uploads/2009/11/perjuangkan-hidup-300x228.jpg" alt="perjuangkan-hidup" title="perjuangkan-hidup" width="300" height="228" class="alignleft size-medium wp-image-158" />The way to change someone who is accustomed to working hard to work with smart are: first, of course, that person must be willing to leave the habits he has been in the works. For example, there are certain people who do have a habit of lazy thinking. Such people should want to learn to leave the lazy habits of thinking and being willing to learn and continue to train the brain. That is why I often find there are certain people who have a penchant for crossword puzzles &#8211; this is one way to train our brains continue to work actively.</p>
<p>There are certain people who want to work with smart and efficient, but the work relating to other people rather &#8216;telmi&#8217;. Inevitably we have to do is to start helping the people rather &#8216;less intelligent&#8217; in this work that could improve their intelligence work.</p>
<p>Learn to increase your capacity to function as a manager. If we see a gig, there is an interesting horse buggy, with a driver controlled. Maybe there was some people who basically have a little &#8216;too late&#8217; to be driven in order to work intelligently. If that happens, let&#8217;s learn to develop our capacity as a manager, so we can begin to direct these hard workers, and &#8216;use&#8217; their muscle to get the results as we expected. Indeed the consequences is that we must continue to &#8216;take control&#8217; of them-we must continue to watch and pay attention to them-but with a little patience and continue to develop the capacity, we unconsciously as being &#8216;in control&#8217; muscle strength and they have to get the results we want . Thus, we would not be too stressed, because our expectations are not too high anymore &#8211; they just do what we ordered.</p>
<p>Make sure we understand what we must do. If we accept the new task of leadership that we have not fully understood, take the time to learn the tasks assigned it, understand sedetil possible, and try to master the task. The more you master your tasks, the more you can do with the effectiveness and high efficiency, and the more you effective and efficient in doing your tasks, the closer you are to expect promotion.</p>
<p><strong>Tips</strong><br />
<img src="http://ujiannasional.org/wp-content/uploads/2009/11/elpiji.gif" alt="elpiji" title="elpiji" width="48" height="73" class="alignleft size-full wp-image-157" />Avoid the hard work that is not efficient and effective, without the hard work of planning, strategy and hard work that merely relying on force and muscle. Because <a href="http://ujiannasional.org/kerja-keras-adalah-energi-kita-the-best-slogan-for-successful-lives.htm">Kerja Keras adalah Energi Kita</a> always connected to the energy in the universe, then the hard work should be done with Ikhlas and Practice 4 things:</p>
<p>     * <em>Do not ever complain</em><br />
       Whatever happens in your life right now, stop complaining. Pressures, the difficulties you face life will never be finished if it addressed the complaint. Got up and do something for your life. Your life was so mean, do not stop just because the little things, do not complain just because it is a problem. What&#8217;s happening in our routine is a dynamic life. The response we&#8217;re doing to it all becomes very important. Positive or negative reaction, is your decision.<br />
     * Do the Hard Work for someone you love<br />
       To whom you make money?, To whom you are working from morning till night?<br />
       You do it all for the one you love. Maybe it was your wife, your children, your parents or other relatives. The mother in the story is so strong on his determination to send their children, the spirit that came out in every act, even so incredible. When you want to give up, when you want to stop in the middle of the struggle, remember back to the people you love. No one wants you become a person who failed. They want you to be a superior person. Verify that your potential they are capable of happiness.<br />
     * <em>Always thankful</em><br />
       Be thankful for what you have today. The house you live in now, work that you have now, Degree education that you have today, grateful for it all. Because with the new one can be grateful to live life with more peace. No protests will be the things that you do not have today, but enjoy the things you have today. Instill the mindset that this life is a gift and not a burden. Life is to be grateful and not a curse. Do not assume your life worse, but look at life with joy.<br />
     * <em>Struggle of Life</em><br />
       Life can not simply wait for fortune to come, but life should be filled with a business activity and struggle. If you never tried, as a result Andapun will not get anything. Do not fly the flag of defeat, but Raise the flag of victory. Keep struggling amid tough life. Do not keep your head and walk backwards. Convince yourself that you deserve the best. Do not ever expect anything if you do not want to fight for your life and the lives of those you love.</p>
<p><strong>Invitation</strong><br />
Let us work harder, more resilient and tenacious perseverance in achieving goals and your goals. This article was inspired by the slogan Pertamina &#8220;Kerja Keras adalah Energi Kita&#8221;.</p>
<p><strong>Working Hard Base on Motto :</strong></p>
<p><strong>Clean</strong></p>
<p>Professionally managed, avoid conflict of interest, never tolerate bribery, respect trust and integrity based on Good Corporate Governance principles</p>
<p><strong>Competitive</strong></p>
<p>Able to Competeboth  regionally and internationally, support growth through investment, build cost effective and performance oriented culture.</p>
<p><strong>Confident</strong></p>
<p>Involve in national economic development as a pioneer in State owned Enterprises&#8217; reformation, and build national pride.</p>
<p><strong>Customer Focused</strong></p>
<p>Focus on customers and commit to give the best service to customers</p>
<p><strong>Commercial</strong></p>
<p>Create added values based on commercial oriented and make decisions based on fair business principles.</p>
<p><strong>Capable</strong></p>
<p>Managed by professional, skilled, and high quality leaders and workers, committed to build research and development capability. </p>
<p><strong>Pertamina at a Glance</strong><br />
<img src="http://ujiannasional.org/wp-content/uploads/2009/11/pertamina-logo.gif" alt="pertamina-logo" title="pertamina-logo" width="175" height="53" class="alignleft size-full wp-image-159" />Pertamina is a State Owned oil &#038; gas company (National Oil Company), established on December 10, 1957 under the name PT PERMINA. In 1961 the company changed its name to PN PERMINA and after the merger with PN PERTAMIN in 1968 it became PN PERTAMINA. With the enactment of Law 8 of 1971 the company became PERTAMINA. This name persisted until after PERTAMINA changed its legal <a href="http://www.updatestatusfacebook.com/"target="_top"rel="external"title="Status" >status</a> to PT PERTAMINA (PERSERO) on October 9, 2003.</p>
<p>PERTAMINA’s scope of business incorporates the upstream and downstream sectors. The upstream sector covers oil, gas and geothermal energy exploration and production both domestically and overseas. The foregoing is pursued through own operations and through partnerships in the form of joint operations with JOBs (Joint Operating Bodies), TACs (Technical Assistance Contracts) and JOCs (Joint Operating Contracts), whereas the downstream sector includes processing, marketing, trading and shipping. Commodities produced range from Fuel (BBM) and Non Fuel (Non BBM), LPG, LNG, petrochemicals to Lube Base oil.</p>
<p>With the enactment of the Law of the Republic of Indonesia No. 22 of 2001 on November 23, 2001 relating to Oil and Gas, Law No. 8 of 1971 relating to the State Oil and Gas Mining Company was declared void. In accordance with the provisions of Law No. 22 of 2001, PERTAMINA was transformed into a Public Liability Company (Persero) designated PT. PERTAMINA (PERSERO) under Government Regulation No. 31 of 2003. All existing PERTAMINA provisions including its structural organization, employment guidelines and procedures as well as other matters associated with its duties and responsibilities, unless such matters are in contravention of the said Government Regulation, are declared to continue in force until the Company provides otherwise.</p>
<p>PT PERTAMINA (PERSERO) was established under Notarial Deed of Lanny Janis Ishak, SH No. 20 of September 17, 2003, and ratified by the Minister for Law &#038; Human Rights under Decision No. C-24026 HT.01.01 on October 9, 2003. The above proceeded in accordance with the provisions set forth in Law No. 1 of 1995 relating to Limited Liability Companies, Government Regulation No. 12 of 1998 relating to Public Companies (Persero), and Government Regulation No. 45 of 2001 relating to Amendment to Government Regulation No. 12 of 1998.</p>
<p>Consistent with its deed of establishment, the objective of the PERSERO is to engage in oil and gas exploitation, domestically and overseas, as well as in other exploitation associated with or supporting oil and gas operations.</p>
<p>The objective of the Public Company is to: </p>
<p>   1. Exploit profits based on the principle of effective and efficient PERSERO management.<br />
   2. Contribute toward improvement of economic conditions for the welfare and prosperity of the people.</p>
<p>In order to achieve the above aims and purposes, the Public Company engages in the following:</p>
<p>    * Oil and gas exploitation and the processed products and derivatives thereof.<br />
    * Geothermal energy exploitation existing at the time the PERSERO was established, including Geothermal Power Plants (PLTP) in the final stages of negotiations and which the Perseroan has managed to gain possession of.<br />
    * Liquified Natural Gas (LNG) exploitation and and other products generated by LNG refineries.<br />
    * Other exploitation associated with or in support of the undertakings referred to in points above.
</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ujiannasional.org/kerja-keras-adalah-energi-kita-the-best-slogan-for-successful-lives.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Sukses Ujian Nasional</title>
		<link>http://ujiannasional.org/kiat-sukses-ujian-nasional.htm</link>
		<comments>http://ujiannasional.org/kiat-sukses-ujian-nasional.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 17:13:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[UN 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ujiannasional.org/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Guru besar Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Dr Fathur Rokhman standar kelulusan UN dari 5,25 menjadi 5, 5 di UN 2009 merupakan salah satu upaya serius pemerintah memajukan dunia pendidikan dan dianggap sebuah kebijakan yang tepat. Pemerintah Indonesia perlu terus-menerus memperbaiki kualitas pendidikan agar tidak jauh tertinggal dari negara lain. Di Malaysia sudah menetapkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify">
<em><strong>Menurut Guru besar Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Dr Fathur Rokhman standar kelulusan UN dari 5,25 menjadi 5, 5 di UN 2009 merupakan salah satu upaya serius pemerintah memajukan dunia pendidikan dan dianggap sebuah kebijakan yang tepat. Pemerintah Indonesia perlu terus-menerus memperbaiki kualitas pendidikan agar tidak jauh tertinggal dari negara lain. Di Malaysia sudah menetapkan standar kelulusan dengan nilai tujuh.</strong></em></p>
<p>Untuk tahun 2010 kita belum mendengar kabar resminya mengenai Standar Nilai <a href="http://ujiannasional.org/"target="_top"rel="external"title="Ujian Nasional" >Ujian Nasional</a> SMA / MA, SMP  / MTs, atau pun SD / MI.</p>
<p>Tetapi Kiat sukses harus Anda miliki sejak dini agar Anda para pelajar dapat menggapai sukses Ujian Nasional ini.<br />
<span id="more-128"></span><br />
<strong>Kiat-kiat sukses yang kami sampaikan diantaranya :</strong></p>
<p>Pertama, maksimalkan belajar. Ya, belajar, belajar, dan terus belajar. Itulah yang harus dilakukan. Belajar ekstra keras dan disiplin yang terus menerus harus dilakukan. Belajar bisa dengan belajar mandiri, kelompok, privat, les atau bimbingan belajar. Mumpung masih ada waktu, maka para pelajar harus belajar lebih baik dari sebelumnya. Ingatlah tidak ada yang sulit jika mau belajar dan berlatih terus menerus.</p>
<p>Kedua, membuat peta kemampuan diri. Standar Kelulusan (SKL) adalah cermin UN. Maka cobalah bercermin dengan SKL pada setiap mata pelajaran yang diujikan. Bercerminlah secara jujur, denga n begitu kemampuan dan kekurangan akan mudah diketahui. Setelah bercermin pada SKL inilah, saatnya sekarang membuat peta kemampuan dari setiap mata pelajaran. Dengan peta kemampuan diri, akan mudah melangkah dan memacu kemampuan diri.</p>
<p>Kiat ketiga, positive thinking dan positive feeling. Dengan kondisi tersebut, akan mudah mendapatkan hasil dari apa yang paling sering dipikirkan dan dirasakan. Itulah inti dari pikiran dan perasaan positif. Artinya, apa yang dipikirkan dan dirasakan saat ini, dengan UN sangat menentukan hasilnya nanti. Bila Anda berpikir dan merasa positif saat ini, maka hasil UN nantinya juga positif. Begitu pula sebaliknya.</p>
<p>Kiat keempat, dahulukan soal-soal yang mudah. Salah satu cara praktis ketika sedang menghadapi soal UN, setelah berdoa tentunya, adalah mencermati soal dengan seksama. Fahami maksud soal dengan baik, dan jangan sampai salah memahami maksud soal. Segera tandai soal-soal yang diyakini mudah dan pasti benar bila dikerjakan. Sekali lagi, kerjakan soal yang benar-benar mampu diselesaikan dengan benar. Ingatlah, jangan terjebak dengan mengerjakan soal selalu menurut urut nomor soal.</p>
<p>Kelima, hati-hati dengan Lembar Jawaban Komputer (LJK). Cara menyikapi hati-hati LJK dapat dilakukan dengan cara diantaranya, menyiapkan dan membawa alat tulis milik pribadi yang &#8216;legal&#8217; untuk LJK, hindari kesalahan mengisi data pribadi dan jawaban di LJK pada kolom yang telah ditentukan. Kemudian, bila terjadi kesalahan ganti dengan hati-hati sesuai petunjuk. Setelah itu, hati-hatilah saat menebalkan atau menghitamkan pilihan jawaban, dan yakinkan setiap jawaban terbaca oleh komputer.</p>
<p>Bila telah selesai, periksa kembali LJK tersebut dan cocokkan data pribadi dengan kartu peserta ujian. Kemudian teliti kembali jawaban sebelum mengumpulkannya kepada pengawas. Kemampuan menjawab benar harus disertai dengan pengisian LJK yang benar pula.</p>
<p>Kiat keenam, perbanyaklah berdoa kepada Allah SWT. &#8221;Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan permohonanmu&#8217;. Demikian Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah: 186. Manusia hanya bisa merencanakan, Tuhanlah yang menentukan hasilnya. Manusia tidak berdaya tanpa pertolongan-Nya. Itulah kata-kata yang menunjukkan bahwa doa itu dahsyat, doa itu luar biasa.</p>
<p>Yang tak kalah pentingnya adalah mendekatkan diri kepada Allah baik sebelum, ketika dan sesudah UN. Memperbanyak doa dapat dilakukan dengan cara-cara seperti, berdoa secara pribadi, yaitu memperbanyak doa kepada Allah sesudah shalat wajib, dan lebih utama lagi bila dikerjakan setelah shalat sunnah tahajud malam hari. Mintalah orang tua mendoakan secara khusus serta perbaikilah perilaku dan pergaulan.</p>
<p>Dengan melakukan hal-hal tersebut, otomatis akan banyak orang yang memberikan doa restu. Libatkan Allah dalam persiapan meraih sukses UN 2009.Karena kesuksesan dalam UN ditentukan oleh kerja keras ditambah dengan strategi belajar yang tepat serta ketekunan berdoa kepada Allah SWT. Selamat mencoba, semoga kesuksesan dalam pelaksanaan UN menjadi milik Anda.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ujiannasional.org/kiat-sukses-ujian-nasional.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerja Keras adalah Energi Kita</title>
		<link>http://ujiannasional.org/kerja-keras-adalah-energi-kita.htm</link>
		<comments>http://ujiannasional.org/kerja-keras-adalah-energi-kita.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 02:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kiat Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Keras adalah Energi Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ujiannasional.org/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Kerja Keras adalah Energi Kita merupakan slogan yang memberi semangat tinggi untuk kesuksesan dalam segala hal, Kesuksesan tidak akan dapat diraih tanpa perjuangan dan kerja keras, Kerja Keras adalah Energi Kita, Kerja Keras Kita terhubung dengan energi yang ada di alam semesta. Dan merupakan sebuah rangkaian sistem energi yang saling mempengaruhi. Apabila kita seorang Guru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="justify"><img src="http://ujiannasional.org/wp-content/uploads/2009/11/kerja-keras-adalah-energi-kita-200x300.jpg" alt="Kerja-Keras-adalah-Energi-Kita" title="Kerja-Keras-adalah-Energi-Kita" width="200" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-117" /><strong>Kerja Keras adalah Energi Kita</strong> merupakan slogan yang memberi semangat tinggi untuk kesuksesan dalam segala hal, Kesuksesan tidak akan dapat diraih tanpa perjuangan dan kerja keras, <a href="http://ujiannasional.org/kerja-keras-adalah-energi-kita.htm">Kerja Keras adalah Energi Kita</a>, Kerja Keras Kita  terhubung dengan energi yang ada di alam semesta. Dan merupakan sebuah rangkaian sistem energi yang saling mempengaruhi.<br />
<span id="more-110"></span><br />
Apabila kita seorang Guru atau Karyawan ingin menggapai kesuksesan dalam bekerja tunjukkan Etos Kerja kita sebab ia adalah Energi Kita. Katakanlah Anda memiliki impian atau cita-cita untuk sukses maka kta harus berani untuk mewujudkan impian atau cita-cita tersebut.</p>
<p>Tapi ternyata untuk mewujudkan mimpi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tidak juga sesulit menemukan formula yang tepat untuk membuat roket yang bisa mengantarkan manusia sampai ke bulan. Apa kunci rahasianya? Mengutip kata Paul Hanna, kuncinya adalah sikap dan keyakinan bahwa You Can Do It! (Anda Pasti Bisa!) atau bisa juga terangkum dalam kalimat berikut: You will see it when you believe it!.</p>
<p>Jika untuk mewujudkan mimpi itu tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak mungkin. Yang harus kita ketahui adalah semua itu butuh pengorbanan, seperti kata seorang sahabat saya, &#8220;Nothing is free!&#8221; Selalu ada harga yang harus dibayar untuk mendapatkan sesuatu. Dan meskipun suatu saat kita mendapatkan sesuatu secara gratis maka pasti ada jasa atau kebaikan yang pernah kita lakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, jangan berharap mimpi anda akan menjadi nyata sementara anda hanya diam saja atau seperti mengharap durian runtuh.</p>
<p>Terwujudnya sebuah mimpi tergantung seberapa besar anda memimpikan impian anda dan hingga sejauh mana anda bisa mengedukasi alam bawah sadar bahwa anda benar-benar menghendaki impiah itu menjadi sebuah kenyataan. Saya biasanya mengedukasi alam bawah sadar dengan cara menceritakan impian-impian saya kepada orang lain; bisa kepada teman dekat, guru atau sahabat pembaca. Dengan begitu diharapkan ada flash back ke dalam diri saya (lebih tepatnya ke bagian alam bawah sadar atau unconscious mind) bahwa saya serius ingin mewujudkan mimpi itu, meskipun semua itu kembali tergantung kehendak Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Di samping itu, bisa dipastikan bahwa selalu ada kerja keras untuk mewujudkan sebuah impian. Satu mimpi dengan mimpi yang lain harga pengorbanannya juga berbeda. Yang jelas, selalu ada yang harus kita korbankan untuk meraih mimpi-mimpi itu. Pengorbanan yang dimaksud bisa berupa waktu, biaya, tenaga, pikiran, perasaan, dan lain-lain.</p>
<p>Untuk mewujudkan mimpi yang berharga, beranikah anda keluar dari rutinitas harian anda yang mungkin nyaman dan tanpa tantangan? Beranikah anda keluar dari comfort zone (zona kenyamanan) anda untuk melakukan action-action nyata untuk mewujudkan mimpi anda?</p>
<p> Jadi, anda harus berani berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian atau bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.</p>
<p>Saya juga sangat setuju dengan apa yang diungkapkan Paul Hanna dalam bukunya, Just Do It!, &#8220;Orang yang sukses biasanya memahami rasa sakit. Mereka sadar hal itu membawa dampak positif dan merupakan alat untuk mencapai keberhasilan. Mereka membiarkan penderitaan memasuki hidup mereka, karena mereka sadar bahwa kalau mereka berhasil mengatasinya maka rasa percaya diri mereka akan tumbuh. Dari sini, kemampuan mereka untuk menghadapi masa depan tertantang.&#8221;</p>
<p>Dengan demikian, sebenarnya sebagian besar penentu mimpi anda menjadi nyata adalah diri anda sendiri. Sejauh mana anda berani bermimpi dan berani mewujudkan impian itu menjadi sebuah kenyataan, meskipun harus menghadapi berbagai hambatan, tantangan dan cobaan. Yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa setelah berusaha atau berikhtiar, kita harus menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT karena dialah Sang Penentu semua takdir hidup kita. Jadi, intinya kita harus berusaha semaksimal yang kita bisa dan menyerahkan hasilnya kepada Dia yang Maha Tahu yang terbaik untuk kita. Itulah yang disebut tawakkal. </p>
<p><strong>Bekerja Keras dengan efektif dan efisien</strong><br />
<em>Hasil penelitian Dr. Thomas Stanley dari University of Georgia menemukan pola yang sama untuk setiap orang-orang  yang sukses yaitu &#8220;kerja keras&#8221;. Mereka bekerja 12 s/d 14 jam seharinya. Menurutnya tidak ada  seorang pun bisa mencapai potensi yang maksimum dengan melakukan yang minimum.</em></p>
<p>Untuk seseorang bisa bekerja keras secara efektif dan efisien, yang pertama: dia harus menguasai betul apa yang dikerjakannya. Lalu yang kedua, dia perlu belajar mengenali apa yang diharapkan oleh pemimpinnya, karena tanpa belajar memahami apa yang diinginkan oleh pemimpin, apapun yang kita kerjakan bisa jadi akan dipandang tidak cocok (atau tidak sesuai dengan yang diharapkan) oleh pemimpin.</p>
<p>Seringkali saya mendapati ada karyawan tertentu yang melakukan apa yang diperintahkan oleh pemimpinnya dengan caranya sendiri, dengan pemikiran bahwa hasil yang didapatkan akan jauh lebih baik dari yang dipatok oleh pemimpin, tapi pada kenyataannya hasil yang dia peroleh justru berkebalikan dengan apa yang diharapkan.</p>
<p>Satu hal yang perlu kita pahami, seseorang menjadi pemimpin bukan tanpa alasan. Meskipun seorang pemimpin bisa saja berbuat salah, tapi ia menjadi pemimpin karena ia memang mampu dan memiliki kapasitas untuk menguasai dan menghasilkan sesuatu. Dengan kata lain, ia sudah beberapa langkah di depan kita sebagai seorang karyawan.</p>
<p>Karena itu, belajarlah untuk membangun komunikasi yang baik dengan pemimpin, sehingga sebagai bawahan Anda dapat lebih memahami cara pikir, kebiasaan, dan apa yang diharapkan oleh pemimpin setiap kali ia memberikan tugas. Dengan demikian, apapun tugas yang Anda terima dari pemimpin akan bisa diselesaikan dengan hasil yang maksimal.</p>
<p>Bicara tentang memahami apa yang diharapkan oleh pemimpin, berarti kita perlu memiliki kemampuan untuk mendengar dengan attentive. Yang perlu kita lakukan sebetulnya hanya mendengarkan dengan baik ketika pemimpin memberikan perintah/tugas. Alasan mengapa kita seringkali kesulitan menangkap apa yang diinginkan oleh pemimpin adalah karena ketika pemimpin bicara, pada saat yang sama otak kita juga ‘berbicara’. Dengan kata lain, kita tidak bisa berfungsi seperti busa spon yang menyerap air, padahal sesungguhnya otak kita ini didesain untuk bisa memahami segala sesuatu secara luar biasa. Jadi, ketika seorang pemimpin memberikan perintah/tugas, selama kita memusatkan perhatian dan mendengarkan dengan baik apa yang pemimpin sampaikan, saya percaya kita akan bisa memahami apa yang disampaikan pemimpin tersebut.</p>
<p>Bekerja cerdas berkaitan dengan IQ atau kecerdasan logis seseorang, karena bagaimanapun juga, tanpa terus mengasah kemampuan berpikir, ketika seseorang menerima tugas atau perintah dari atasan, ia bisa meresponi tugas yang diberikan tersebut dengan ‘blo’on’. Memang kata itu kurang enak didengar, namun seringkali itulah yang terjadi. Apalagi jika pemimpin kita memiliki latar belakang pendidikan yang cukup tinggi, sehingga ketika memberikan perintah seringkali menggunakan istilah-istilah yang terdengar asing bagi kita. Dalam situasi yang demikian, jika kita tidak sepenuhnya memahami apa yang pemimpin sampaikan, alangkah baiknya jika kita bertanya dan meminta penjelasan dari pemimpin. Namun, di saat yang sama, ketika pemimpin menjelaskan, ada baiknya kita belajar memahami dari cara pikir yang pemimpin miliki. Setelah mendengarkan penjelasan dari pemimpin, ‘rekam’ semua hal tersebut dalam ingatan kita sehingga ketika pemimpin kembali memberikan perintah/tugas yang kurang lebih sama, kita segera mengetahui apa yang harus dilakukan.</p>
<p>Kadangkala seseorang menjadi jenuh dengan pekerjaannya karena selama ini ia sudah bekerja dengan efisien. Dalam hal ini, Anda perlu mencari tahu apa yang menjadi penyebab kejenuhan Anda: apakah Anda menjadi jenuh karena tugas yang itu-itu saja, atau Anda menjadi jenuh karena tidak ada tantangan yang baru. Jika Anda menjadi jenuh karena tugas yang begitu-begitu saja sehingga tidak ada tantangan lain yang bisa Anda dapatkan, tidak ada salahnya Anda menjumpai pemimpin Anda dan menceritakan bahwa Anda mengharapkan tanggung jawab atau tantangan pekerjaan yang lebih besar. Anda bisa sampaikan juga bahwa Anda siap melakukan pekerjaan ekstra demi menanggulangi kejenuhan yang ada, karena Anda menyadari bahwa jika Anda bekerja secara efektif dan efisien, secara otomatis ada banyak waktu tersisa yang Anda miliki, karena pekerjaan yang diberikan sudah Anda selesaikan secara maksimal.</p>
<p>Jangan tergoda untuk bermalas-malasan atau bersantai-santai dalam pekerjaan jika Anda mendapati bahwa Anda sudah bekerja secara efektif dan efisien. Ini justru merupakan kesempatan yang baik untuk bisa meminta tugas tambahan dari pemimpin Anda, karena tugas tambahan berarti langkah awal untuk menerima promosi.</p>
<p>Bekerja dengan cerdas sangat besar pengaruhnya terhadap kinerja seseorang. Orang yang hanya bekerja keras hasilnya tidak akan sebanding dengan orang yang bekerja dengan cerdas. Seperti contoh yang tadi saya berikan tentang office boy; seseorang yang bekerja dengan cerdas akan bisa melakukan beberapa tugas sekaligus pada saat yang sama dengan hasil yang maksimal, dalam waktu yang lebih singkat, dengan energi yang lebih sedikit.</p>
<p><strong>Bekerja keras vs bekerja cerdas</strong><br />
Cara untuk mengubah seseorang yang sudah terbiasa untuk bekerja keras menjadi bekerja dengan cerdas adalah: pertama-tama, tentu saja orang yang bersangkutan harus mau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang selama ini ia miliki dalam bekerja. Misalnya, ada orang-orang tertentu yang memang memiliki kebiasaan malas berpikir. Orang-orang seperti ini harus mau belajar untuk meninggalkan kebiasaan malas berpikirnya dan menjadi orang yang mau belajar serta terus melatih otaknya. Itu sebabnya, saya sering mendapati ada orang-orang tertentu yang memiliki kegemaran mengisi TTS – ini adalah salah satu cara untuk melatih otak kita tetap bekerja secara aktif.</p>
<p>Ada orang-orang tertentu yang mau bekerja dengan cerdas dan efisien, tetapi pekerjaannya berkaitan dengan orang-orang lain yang agak ‘telmi’. Mau tidak mau yang harus kita lakukan adalah mulai membantu orang-orang yang agak ‘kurang cerdas’ dalam bekerja ini sehingga bisa meningkatkan kecerdasan mereka dalam bekerja.</p>
<p>Belajarlah meningkatkan kapasitas Anda untuk berfungsi seperti seorang manajer. Jika kita melihat sebuah dokar, ada kuda yang menarik dokar tersebut, dengan dikendalikan seorang kusir. Mungkin memang ada orang-orang tertentu yang pada dasarnya sudah agak ‘terlambat’ untuk dipacu agar dapat bekerja secara cerdas. Jika itu yang terjadi, mari belajar mengembangkan kapasitas kita seperti seorang manajer, supaya kita bisa mulai mengarahkan para pekerja keras ini dan ‘memanfaatkan’ otot yang mereka miliki untuk mendapatkan hasil seperti yang kita harapkan. Memang konsekuensinya adalah kita harus terus ‘memegang kendali’ atas mereka –kita harus terus mengawasi dan memperhatikan mereka– tapi dengan sedikit bersabar dan terus mengembangkan kapasitas, tanpa sadar kita seperti sedang ‘mengendalikan’ kekuatan dan otot yang mereka punyai untuk mendapatkan hasil yang kita inginkan. Dengan demikian, kita tidak akan menjadi terlalu stres, karena ekspektasi yang kita miliki memang tidak terlalu tinggi lagi – mereka cukup melakukan apa yang kita perintahkan.</p>
<p>Pastikan kita memahami apa yang harus kita kerjakan. Jika kita menerima tugas baru dari pemimpin yang belum kita mengerti sepenuhnya, ambillah waktu untuk mempelajari tugas yang diberikan itu, pahami sedetil mungkin, dan berusahalah untuk menguasai tugas tersebut. Semakin Anda menguasai tugas Anda, semakin Anda bisa mengerjakannya dengan keefektifan dan keefisienan yang tinggi, dan semakin Anda efektif dan efisien dalam mengerjakan tugas-tugas Anda, semakin dekat pula Anda dengan promosi yang diharapkan.</p>
<p><strong>Tips</strong><br />
Hindari kerja keras yang tidak efisien dan efektif, kerja keras yang tanpa perencanaan, strategi dan kerja keras yang hanya sekedar mengandalkan tenaga dan otot. Karena <a href="http://ujiannasional.org/kerja-keras-adalah-energi-kita.htm">Kerja Keras adalah Energi Kita </a>yang selalu terhubung dengan energi yang ada di alam semesta, maka berkerja keras harus dilakukan dengan Ikhlas dan amalkan 4 hal :</p>
<ul>
<li>Jangan pernah mengeluh<br />
Apapun yang terjadi dalam hidup Anda saat ini, berhentilah mengeluh. Tekanan, kesulitan hidup yang Anda hadapi tidak akan pernah selesai jika disikapi dengan mengeluh saja. Bangkit dan lakukan sesuatu untuk hidup Anda. Hidup Anda begitu berarti, jangan berhenti hanya karena hal kecil, jangan mengeluh hanya karena adalah persoalan. Apa yang terjadi dalam rutinitas kita adalah sebuah dinamika kehidupan. Respon yang kita lakukan terhadap itu semua menjadi sangat penting. Positif atau negatif reaksinya, adalah keputusan Anda.</li>
<li>Lakukan Kerja Keras untuk orang yang Anda cintai<br />
Untuk siapa Anda mencari uang?, Untuk siapa Anda bekerja dari pagi sampai malam?<br />
Anda melakukan itu semua untuk orang yang Anda cintai. Mungkin itu istri Anda, anak Anda, orang tua Anda, atau sanak saudara yang lain. Sang ibu pada kisah diatas begitu kuat tekadnya menyekolahkan anaknya, maka semangat yang keluar dalam setiap tindakannya-pun begitu luar biasa. Ketika Anda mau menyerah, ketika Anda mau berhenti di tengah perjuangan, ingatlah kembali orang-orang yang Anda cintai. Tak satupun ingin Anda menjadi pribadi yang gagal. Mereka ingin Anda menjadi pribadi yang unggul. Buktikan bahwa potensi yang Anda miliki mampu membahagiakan mereka.</li>
<li>Selalu bersyukur<br />
Bersyukurlah atas apa yang Anda miliki saat ini. Rumah yang Anda tinggali saat ini, Pekerjaan yang Anda miliki saat ini, Gelar pendidikan yang Anda punya saat ini, syukuri itu semua. Karena dengan bersyukur seseorang baru mampu menjalani hidup ini dengan lebih damai. Jangan protes akan hal-hal yang tidak Anda miliki saat ini, tetapi nikmati hal-hal yang Anda miliki saat ini. Tanamkan pola pikir bahwa hidup ini adalah anugrah dan bukan beban. Hidup ini untuk disyukuri dan bukan dikutuki. Jangan menganggap hidup Anda buruk, tetapi pandanglah hidup ini dengan penuh sukacita.</li>
<li>Perjuangan Hidup<br />
Hidup tidak bisa sekedar menunggu rejeki datang melainkan hidup harus diisi dengan sebuah aktivitas usaha dan perjuangan. Kalau Anda tidak pernah berusaha, alhasil Andapun tidak akan mendapat apa-apa. Jangan mengibarkan bendera kekalahan, tapi kibarkan bendera kemenangan. Teruslah berjuang ditengah kerasnya kehidupan. Jangan tundukkan kepala dan berjalan mundur. Yakinkan diri Anda bahwa Anda layak mendapatkan yang terbaik. Jangan pernah berharap apa-apa kalau Anda sendiri tidak mau berjuang demi hidup Anda dan hidup orang-orang yang Anda cintai. </li>
</ul>
<p><strong>Ajakan</strong><br />
Marilah kita bekerja dengan lebih keras, lebih ulet tekun serta pantang menyerah dalam mencapai tujuan dan cita-cita Anda. Artikel ini terinspirasi oleh Slogan Pertamina &#8220;Kerja Keras adalah Energi Kita&#8221;.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ujiannasional.org/kerja-keras-adalah-energi-kita.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

