Calon TKI Dilatih Sistem Online

Bank Soal UN Gratis
Download Soal UN plus pembahasan dibuat oleh para pengajar handal

Kisi-kisi UN 2012
Download Kisi-kisi UN 2012 untuk SD/MI, SMP/MTs, SMK, SMA/MA

Gratis Bank Soal Matematika
Koleksi Lengkap Soal UN, SNMPTN, UMB, Simak UI, UM Undip, SMBB Telkom, UM Undip, UM UPI

Informasi Ujian Nasional 2012
Informasi Ujian Nasional 2012 disertai dengan Latihan Soal UN 2012

Latihan Soal Snmptn 2012
Koleksi Latihan Snmptn 2012 dan Soal-soal Snmptn plus Pembahasan Lengkapnya

Latihan Soal UN 2012
Download Latihan Soal UN 2012 untuk SD/MI,SMP/MTs, SMK, SMA/MA

Bank Soal
Bank Soal UN dan Seleksi PTN Lengkap

Depnakertrans bersama sedikitnya tiga asosiasi pelaksana penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS), segera merancang dan mengaplikasikan sistem online program peningkatan kualitas calon tenaga kerja yang akan ditempatkan ke luar negeri.

Dengan sistem tersebut, calon TKI akan diproses untuk pelatihan dan sertifikasi secara standar, kemudian baru dapat diproses lebih lanjut untuk kepentingan penempatan.

Ketiga asosiasi tersebut adalah Idea (Indonesia Development Employee Agencies), Himsataki (Himpunan Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia) dan Apjati (Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia).

Menurut Adri Nelwan, Ketua Umum Idea, langkah persiapan ini diambil berdasarkan Permenakertrans No.23/MEN/IX/2009 tentang Pendidikan dan Pelatihan Kerja Bagi Calon Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, terkait dengan peningkatan kualitas calon TKI.

“Peningkatan kualitas calon TKI ini khusus untuk yang akan bekerja di sektor informal dengan penempatan di kawasan Timur Tengah sebagai tahap awal,” tutur Adri Nelwan, saat paparan sistem online peningkatan calon TKI, Sabtu. “Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) penempatan Timur Tengah wajib mengikuti program ini.”

Data Depnakertrans mencatat penempatan TKI ke Timur Tengah sebanyak 164.336 orang dari Januari-September 2009, sedangkan selama 2008 ada sekitar 366.353 orang TKI ditempatkan ke kawasan tersebut.

Mengenai pelatihan terhadap TKI, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Himsataki) Yunus M. Yamani sudah lima tahun berjalan tidak pernah ada sistem kompetensi dalam pengawasan BLK (balai latihan kerja), baik yang dimiliki oleh pemerintah maupun swasta, sehingga tidak ada TKI yang ditempatkan mempunyai kualitas, khususnya nonformal.

Yunus menyebutkan selama ini banyak TKI yang datang dari pelosok desa di wilayah Indonesia masuk pelatihan di BLK hanya satu hari dan langsung dinyatakan layak untuk bekerja di luar negeri.

“Akibatnya, banyak TKI bermasalah setelah sampai ditempat kerjanya dan tidak ada satupun lembaga atau instansi yang berani mengaku salah dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Apjati Nurfaizi menambahkan system tersebut diharapkan dapat diberlakukan mulai 13 November 2009 dan setelah tanggal tersebut, lembaga standardisasi profesi (LSP) hanya boleh menerima calon TKI untuk diuji setelah proses pelatihan yang dilaksanakan melalui sistem online program peningkatan kualitas TKI.

Poskota

Artikel Terkait

Tags: ,

Posted in Cpns



Leave a Reply