Archive | September, 2013

Latihan Soal Bahasa Inggris Cpns 2013

Latihan Soal Bahasa Inggris Cpns 2013

Para peserta Cpns 2013 perlu mempersiapkan bahan-bahan belajar untuk menghadapi seleksi Cpns 2013 bidang Bahasa Inggris yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah mulai hari Minggu tanggal 29 september s.d. selesai di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Materi berikut kami berikan dalam bentuk Contoh Latihan Soal Cpns dan Bisa diunduh secara gratis. Baiklah kami berikan pertama-tama Contoh Latihan Soal Tes Cpns 2013.

Continue Reading

Posted in Cpns, Soal Cpns0 Comments

Latihan Soal Bahasa Indonesia Cpns 2013

Latihan Soal Bahasa Indonesia Cpns 2013

Para peserta Cpns 2013 perlu mempersiapkan bahan-bahan belajar untuk menghadapi seleksi Cpns 2013 bidang Bahasa Indonesia yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah mulai hari Minggu tanggal 29 september s.d. selesai di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Materi berikut kami berikan dalam bentuk Contoh Latihan Soal Cpns dan Bisa diunduh secara gratis. Baiklah kami berikan pertama-tama Contoh Latihan Soal Tes Cpns 2013.

Continue Reading

Posted in Cpns, Soal Cpns1 Comment

Latihan Soal Tes Intelegensi Umum Cpns 2013

Latihan Soal Tes Intelegensi Umum Cpns 2013

Para peserta Cpns 2013 perlu mempersiapkan bahan-bahan belajar untuk menghadapi seleksi Cpns 2013 bidang Tes Intelegensi Umum yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah mulai hari Minggu tanggal 29 september s.d. selesai di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Materi berikut kami berikan dalam bentuk Contoh Latihan Soal Cpns dan Bisa diunduh secara gratis. Baiklah kami berikan pertama-tama Contoh Latihan Soal Tes Cpns 2013.

Continue Reading

Posted in Cpns, Soal Cpns1 Comment

Nilai Kelulusan UN Disepakati 60 Persen

Nilai Kelulusan UN Disepakati 60 Persen

Konvensi Ujian Nasional (UN) akhirnya menetapkan persentase 60% untuk nilai UN dalam menentukan kelulusan siswa. Sedangkan 40% adalah porsi untuk Nilai Sekolah (NS).

“Dalam penentuan kelulusan tetap pada 60-40. Batas nilai kelulusan dinaikkan secara bertahap, dari yang sekarang ini minimal rata-rata 5,50 dan nilai terendah 4,00 nantinya akan dinaikkan,” ujar Kapus Penelitian dan Kebijakan Balitbang Kemdikbud Bambang Indriyanto selaku juru bicara Tim Perumus Hasil Konvensi UN.

Continue Reading

Posted in Kemdikbud, UN1 Comment

Konvensi UN Sepakati 27 Poin Penting Ujian Nasional

Konvensi UN Sepakati 27 Poin Penting Ujian Nasional

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menggelar Konvensi Ujian Nasional (UN), di Gedung Kemdikbud, Jakarta. Konvensi yang berlangsung selama dua hari, dari tanggal 26 s.d. 27 September 2013, serta dihadiri sedikitnya 350 peserta yang memiliki kepentingan dan peduli dengan pendidikan nasional.

Sebelum acara ditutup, Ketua Pelaksana Konvensi UN Dr. Bambang Indriyanto (Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Kemdikbud) membacakan hasil rumusan konvensi tersebut. Ia menegaskan, bahwa UN tetap dilaksanakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu lulusan sekolah sehingga mutu peserta didik bersaing baik di dalam negeri, regional, dan internasional.

Continue Reading

Posted in Kemdikbud, UN0 Comments

Materi Soal Cpns 2013 – TKD dan TKB

Materi Soal Cpns 2013 – TKD dan TKB

Materi Soal Cpns 2013 yang terdiri Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompetensi Bidang (TKB) merupakan 2 (dua) materi umum yang akan diujikan mulai tanggal 29 September 2013 s.d. bulan November 2013. Sejumlah soal cpns yang akan diujikan sudah disusun oleh Panitia Cpns yang melibatkan 10 Konsorsium PTN terkemuka di Indonesia.

Berikut Materi Soal Cpns 2013 yang harus dikenali oleh para peserta ujian plus contoh-contoh soal Cpns yang bisa anda download dengan gratis yang dibuat oleh team yang ahli di bidangnya sesuai dengan disiplin keilmuan para pakar : Continue Reading

Posted in Soal Cpns, UN4 Comments

UN 2014 Tetap Digelar, Ujian Nasional Tidak Dihapuskan

UN 2014 Tetap Digelar, Ujian Nasional Tidak Dihapuskan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh berkomitmen terhadap peraturan perundang-undangan (UU Sisdiknas) untuk tetap melaksanakan ujian nasional (UN) tahun 2014. Menurut beliau, apabila tidak dilaksanakan, maka pemerintah melanggar peraturan yang telah ditetapkan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005. Mendikbud menambahkan, persoalan-persoalan yang menyangkut berjalannya UN akan menjadi tantangan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sebagai pembelajaran.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh menyatakan pemerintah tak akan mundur dan menghentikan pelaksanaan Ujian Nasional. “Bahwa masih banyak kekurangan, tapi kami harus punya sikap. UN ini harus dilanjutkan,” kata Nuh saat menyampaikan paparan dalam Konvensi Ujian Nasional di kompleks kementerian pendidikan, Kamis, 26 September 2013. Continue Reading

Posted in Kemdikbud, UN1 Comment

Portal Kemdikbud Berpotensi Menjadi Portal Pendidikan Terbesar

Portal Kemdikbud Berpotensi Menjadi Portal Pendidikan Terbesar

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Pusat Informasi dan Humas (PIH) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi portal Kemdikbud, yaitu www.kemdikbud.go.id. Kegiatan berlangsung serentak di dua tempat, yaitu di Yogyakarta dan Medan, pada Selasa, 3 September 2013. Peserta sosialisasi berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi dan Kota, perguruan tinggi negeri dan swasta di Yogyakarta, serta guru-guru.

Sosialisasi Portal Kemdikbud yang berlangsung di Yogyakarta dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdikbud, Prof. Dr. Ibnu Hamad, M.Si. Dalam sambutannya, Ibnu mengatakan pemerintahan yang berjalan sekarang ini merupakan pemerintahan terbuka, atau open government. Konsekuensinya adalah pemerintah atau lembaga publik harus terbuka kepada masyarakat, termasuk mengenai anggaran. “Kita harus melayani masyarakat dengan baik terutama dari perspektif komunikasi dan informasi,” ujarnya di Hotel Abadi, Yogyakarta, (3/9). Salah satu cara memberikan layanan tersebut adalah dengan menggunakan media daring, yaitu portal. Continue Reading

Posted in Kemdikbud, UN0 Comments

Jusuf Kalla Jadi Pembicara Kunci Konvensi UN

Jusuf Kalla Jadi Pembicara Kunci Konvensi UN

Konvensi Ujian Nasional (UN) yang berlangsung pada 26-27 September 2013 dan menghadirkan mantan wakil presiden Jusuf Kalla sebagai salah satu keynote speaker atau pembicara kunci. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, ia sudah melakukan komunikasi dengan Jusuf Kalla yang menyatakan kesediaannya untuk hadir sebagai pembicara kunci. Pembicara kunci lainnya dalam Konvensi UN adalah pakar psikometrik, Yahya Umar, dan perwakilan Komisi X DPR RI.

Mantan Presiden RI Jusuf Kalla yang akrab disapa JK itu diagendakan akan memberi paparan tentang peran strategis UN sebagai pengendali mutu pendidikan. Setelah itu, anggota Komisi X DPR Zulfadli dijadwalkan memberikan paparan tentang peran UN dalam penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah, dilanjutkan Ketua Majelis Rektor Idrus A Paturussi yang akan memberikan paparan tentang kesesuaian UN sebagai alat seleksi masuk perguruan tinggi, serta pakar pendidikan Jahja Umar yang akan memberikan paparan tentang UN yang kredibel dan dapat diterima.

“Model (Konvensi UN)nya adalah model pleno. Sehabis itu dibawa ke komisi-komisi malam harinya. Kemudian dilanjutkan Jumat pagi untuk dirumuskan semuanya,” jelas Mendikbud M. Nuh saat jumpa pers mengenai Konvensi UN di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, (25/9). Mendikbud memaparkan, ada beberapa komisi yang selanjutnya akan membahas hal yang lebih rinci mengenai UN, misalnya komisi membahas tentang soal UN dan komisi yang membahas tentang teknis pelaksanaannya.

Sekali lagi Mendikbud menegaskan, UN akan tetap dilaksanakan, dan Konvensi UN diselenggarakan untuk membahas hal-hal yang akan diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya dalam penyelenggaraan UN. Ia menuturkan, setidaknya ada empat hal yang menjadi fokus dalam perbaikan penyelenggaraan UN. Pertama, kualitas soal. “Masih ada ruang untuk kita lakukan perbaikan. Soal yang kita buat bisa dibandingkan dengan soal-soal di negara lain yang sama dengan jenjangnya,” jelas Mendikbud.

Kedua, aspek pelaksanaan teknis di daerah. Salah satunya tentang usulan yang muncul di Prakonvensi UN supaya pencetakan naskah soal UN dilakukan oleh percetakan di daerah untuk memudahkan distribusi soal.

Ketiga, menumbuhkan kesadaran belajar pada anak-anak. Sehingga anak-anak tidak merasa terpaksa belajar dalam menghadapi UN. “Jadi kesadaran ini yang kita dorong,” ujar Mendikbud.

Aspek keempat adalah mengenai hasil atau output dari UN yang belum dimaksimalkan. Mendikbud menjelaskan, hasil UN di SD belum bisa dijadikan syarat masuk SMP atau SMA/SMK karena peserta didik masih harus mengikuti tes masuk di jenjang tersebut. Namun khusus untuk tingkat SMA/SMK ke perguruan tinggi, Kemdikbud telah merintis bahwa hasil UN dijadikan sebagai salah satu syarat masuk perguruan tinggi.

“Nanti di pengantar saya, disampaikan beberapa tantangan yang masih harus ada perbaikan-perbaikan. Ada ruang yang masih bisa kita tingkatkan,” tutur Menteri Nuh optimis. Ia berujar, masalah di dunia pendidikan tidak akan ada habisnya, terutama yang menyangkut tentang proses. Karena itu Kemdikbud terus berusaha menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, serta akses informasi yang lengkap, termasuk mengambil langkah konkrit untuk mengatasi dampak psikologis dan mental peserta UN.

Sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)

Posted in UN, UN 20130 Comments

15 Butir Kesimpulan Prakonvensi UN Regional Medan Dirumuskan

15 Butir Kesimpulan Prakonvensi UN Regional Medan Dirumuskan

Prakonvensi Ujian Nasional (UN) Regional yang digelar di Medan merumuskan sebanyak 15 butir kesimpulan. Kelompok 1 yang membahas menejemen pelaksanaan UN merumuskan 11 butir kesimpulan, sedangkan kelompok 2 yang membahas komposisi nilai UN dalam penentuan kelulusan merumuskan empat butir kesimpulan.

Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Dr. Bambang Indriyanto mengatakan, prakonvensi ini diselenggarakan untuk mencari masukan dan koreksi terhadap pelaksanaan UN, sehingga pelaksanaannya lebih kredibel dan reliabel. Rumusan yang dihasilkan ini nanti, kata dia, akan menjadi bagian dari keputusan di Konvensi UN pada 26 September mendatang, yang akan digelar di Jakarta.

“Kita sudah menjaring dari berbagai tempat dan hasilnya sudah optimum,” katanya pada penutupan Prakonvensi UN di Hotel Grand Swiss-bel, Medan, Sumatera Utara, Minggu (22/09/2013) malam.

Berikut rumusan prakonvensi :

Kelompok 1, menejemen pelaksanaan UN:

1.Kisi-kisi UN disiapkan oleh pemerintah dan pembuat soal melibatkan pendidik dengan mekanisme ditetapkan oleh pemerintah.
2.Jumlah paket soal yang disediakan sesuai dengan jumlah peserta ujian dalam satu ruangan.
3.Proses pelaksanaan UN harus disosialisasikan dengan maksimal.
4.Penggandaan dilakukan oleh percetakan yang kredibel dan profesional di provinsi
5.Distribusi naskah dilakukan oleh percetakan bersama dengan panitia provinsi selanjutnya ke panitia kabupaten/kota dan panitia kabupaten/kota mendistribusikan ke satuan pendidikan. Agar pendistribusian berjalan lancar maka pendataan peserta UN sudah ada di panitia paling lambat bulan Oktober.
6.Pengamanan penggandaan dan menjaga kerahasiaan naskah UN di percetakan diawasi oleh kepolisian, dinas pendidikan provinsi, dan perguruan tinggi.
7.Pengamanan dan pengawasan naskah UN di provinsi dan kabupaten/kota dilakukan oleh kepolisian dan perguruan tinggi.
8.Pengamanan dan pengawasan naskah UN di satuan pendidikan oleh kepolisian, satuan pendidikan dan perguruan tinggi.
9.Pengawas pelaksanaan UN di ruang ujian dilakukan oleh pendidik sesuai dengan satuan pendidikan yang sama dengan sistem silang.
10.Pelaksanaan UN di satuan pendidikan dapat berlangsung aman, berkualitas, dan berprestasi sesuai dengan POS.
11.Pelaksanaan UN di masa datang perlu dirancang dengan berbasis IT yang perencanaannya sudah dimulai tahun depan.

Kelompok 2, komposisi nilai UN dalam penentuan kelulusan :

1.Komposisi nilai akhir ditentukan dari 50 persen nilai sekolah, yang tersusun atas nilai rapor ditambah nilai ujian sekolah, dan 50 persen nilai UN. Alasannya, dengan komposisi itu antara sekolah dengan pemerintah (pengambil kebijakan) seimbang dalam saling mengontrol untuk membangun kejujuran.
2.Kelulusan satuan pendidikan ditentukan oleh :
a.Nilai rapor
b.Nilai ujian sekolah (poin a dan b adalah nilai sekolah)
c.Lulus nilai UN
3.Nilai rapor setiap semester dimasukkan ke dalam sistem daring (online).
4.Penentuan kelulusan diserahkan ke satuan pendidikan dengan memperhatikan kriteria-kriteria yang ditetapkan dengan ketentuan oleh pemerintah.

Sumber: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)

Posted in UN, UN 20130 Comments

Advert

Stats