Tidak Perlu Takut Ujian Nasional - February 1st, 2010
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta siswa tidak takut menghadapi Ujian Nasional (UN) yang tetap dilaksanakan oleh pemerintah pada Maret 2010.
“UN itu bukan hantu, bukan momok, bukan apa-apa,” ujar Presiden kepada para murid ketika mengunjungi SMP Negeri 2 Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis.
Baca Selengkapnya »
Posted under UN 2010

Teori kejuruan yang merupakan mata pelajaran kompetensi keahlian dijadikan sebagai salah satu pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional (UN) utama tahun 2009/2010 di UN pada jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK).
Lima mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu Matematika Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan serta Praktik Kejuruan. Ujian ini dilaksanakan dengan dua tahapan, yang pertama, tahap ujian Praktik kejuruan yang dilakukan di masing-masing sekolah dipandu oleh mitra industri. Ujian praktik kejuruan dilaksanakan sebelum UN Utama. Tahap kedua adalah UN Utama meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan.
Penerapan konsep Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) yang diberlakukan di tingkat SD / MI sungguh berbeda dengan Ujian Nasional SMP / MTs dan Ujian Nasional SMA / MA. Salah satu perbedaannya adalah bahwa walaupun soal UASBN dibuat secara nasional (naskah soal tetap berada di bawah kendali Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Pemerintah Pusat), tetapi standar kelulusan dibuat oleh sekolah.
Kementerian Pendidikan Nasional menegaskan bakal memperketat pengawasan ujian nasional 2010. Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional Mansyur Ramli, jika peserta didik diawasi lebih ketat, peluang lulus mereka lebih besar. ”Premis ini bisa dibuktikan,” ujar Mansyur di kantornya kemarin.
Ketua Umum Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU (YTPSNU) Khadijah Surabaya Khofifah Indar Parawansa menilai Ujian Nasional (UN) sebaiknya diberlakukan dalam skala regional.
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA mengatakan, Ujian Nasional (UN) tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang ditentukan. Sebab UN merupakan alat penilaian kelulusan.
Status akreditasi program strata 1 (S1) perguruan tinggi yang tidak profesional terancam. Ini menyusul penerapan kebijakan penambahan komponen penilaian akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mulai 2010.
Langkah Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk kembali menggelar ujian nasional (UN) ulang ditanggapi positif berbagai kalangan. UN ulang dianggap lebih baik ketimbang ujian persamaan.
Selain ujian utama, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2010 juga akan menggelar UN susulan dan UN ulang. Masyarakat perlu lebih jelas mengetahui hal tersebut. 
Meskipun Perguruan tinggi negeri atau PTN masih meragukan kredibilitas pelaksanaan ujian nasional atau UN karena belum bisa digunakan sebagai parameter seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Tetapi Wapres Boediono menegaskan ujian nasional (UN) masih sangat diperlukan untuk mengurangi kesenjangan fasilitas dan kualitas pendidikan di seluruh daerah di Indonesia.
Pemerintah mengubah Permendiknas No 75 Tahun 2009 tentang pelaksanaan ujian nasional (UN). Salah satu perubahan penting itu adalah membatalkan aturan mencampur siswa dari berbagai sekolah menjadi satu.
Pemerintah menetapkan tidak akan melakukan pengacakan lokasi ujian nasional (UN) 2010 sehingga siswa SMP dan SMA atau yang sederajat yang akan menjalani ujian tidak perlu resah lagi.
Menteri Pendidikan Muhammad Nuh menegaskan, pemerintah tetap akan melaksanakan ujian negara (UN). “UN tetap dilaksanakan. Tidak usah berpolemik mengenai jadi tidaknya pelaksanaan UN. Sekarang tinggal bagaimana kita melaksanakannya dengan baik,” tegas Mendiknas ketika berkunjung ke Redaksi “Pikiran Rakyat”, Rabu (16/12).
Pasca diumumkannya hasil tes tertulis CPNS Kabupaten Kerinci, satu demi satu persoalan mulai muncul. Penelurusan di media-media, ada dua nama yang tak lulus berkas dinyatakan lulus sebagai CPNS.
